TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPS: Ekonomi RI 2019 Melambat

Nurdian Akhmad
5 February 2020 | 13:19
rubrik: Ekonomi
Laju Ekonomi RI Kuartal II Melambat

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami perlambatan dibandingkan tiga tahun terakhir. Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen.

Sementara pada kurun 2016 hingga 2018, ekonomi mampu tumbuh masing-masing 5,03 persen, 5,05 persen dan 5,17 persen.

Meski melambat, Kepala BPS Suhariyanto menilai, kondisi ekonomi Indonesia pada tahun lalu patut diapresiasi. Sebab, di tengah perlambatan perdagangan global sepanjang 2019, mempertahankan pertumbuhan di tingkat lima persen tidaklah mudah.

“Saya pikir, 5,02 persen dengan situasi yang menunjukkan perlemahan ini masih cukup baik,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Suhariyanto mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia yang masih menjaga momentum pertumbuhan lima persen juga lebih baik dibandingkan negara lain. Sebut saja China, ekonomi terbesar dunia, yang tumbuh melambat dari 6,5 persen pada kuartal empat 2018 menjadi 6,0 persen pada kuartal empat tahun lalu.

Sementara itu, Amerika Serikat juga tumbuh melambat dari 2,5 persen pada kuartal empat 2018 menjadi 2,3 persen pada kuartal empat 2019. Negara tetangga Indonesia, Singapura, turut mengalami perlambatan dari 1,3 persen pada kuartal keempat 2018 menjadi hanya 0,8 persen pada kuartal lalu.

“Kalau kita bandingkan (pertumbuhan Indonesia) dengan penurunan negara lain, (perlambatan) kita tidak curam,” tutur Suhariyanto.

Apabila dilihat secara lebih detail, kuartal keempat menjadi momentum pertumbuhan ekonomi terlambat sepanjang dibandingkan tiga kuartal sebelumnya di tahun lalu. Laju pertumbuhannya hanya 4,97 persen, sementara kuartal pertama hingga kuartal ketiga masing-masing berada di tingkat 5,07 persen, 5,05 persen dan 5,02 persen.

Bahkan, jika diperhatikan, laju pertumbuhan kuartal keempat 2019 menjadi laju kuartalan terlambat sepanjang empat tahun terakhir. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh pertumbuhan kuartal ketiga yang tumbuh 5,02 persen.

BACA JUGA:   Laju Ekonomi RI Kuartal II Minus 5,32 Persen

Suhariyanto mengakui, pertumbuhan kuartal terakhir di tahun lalu yang berada di bawah lima persen memang di bawah ekspektasi banyak pihak. Tidak terkecuali pemerintah ataupun para ekonom. “Tapi, saya tidak bilang mengecewakan,” katanya.

Suhariyanto menyebutkan, kondisi kuartal empat yang lebih lambat dibandingkan kuartal lain pun dapat dipahami. Hal ini mengingat ada berbagai fenomena ekonomi di tingkat global.

Di antaranya, ungkap Suhariyanto, perang dagang yang masih berlanjut antara AS dengan China dan harga komoditas yang terus berfluktuasi.

Ia mencatat, harga komoditas non migas di pasar internasional pada kuartal keempat secara umum menunjukkan peningkatan, baik dibandingkan kuartal ketiga 2019 ataupun kuartal keempat tahun sebelumnya. Beberapa komoditas yang meningkat adalah cokelat, kedelai, daging sapi, palm oil dan karet.

Sementara itu, rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price/ ICP pada kuartal keempat 2019 pun naik 6,04 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Tapi, kalau dibandingkan kuartal keempat 2018, ICP turun 2,61 persen.

Tags: bpspertumbuhan ekonomi
Previous Post

Kementerian PUPR Buka Akses Kawasan Terisolir Akibat Longsor Bogor

Next Post

25.000-an Nelayan Pakai Aplikasi XL, Manfaatnya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR