Jakarta, TopBusiness – PT Freeport Indonesia atau FI mempunyai program unggulan CSR di bidang pendidikan dengan mendirikan Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN).
Sulaeman Felik, senior manager FI di depan dewan juri TOP CSR Awards 2020 versi Majalah TopBusiness, di Jakarta, Rabu (05/03) mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah kerja FI di Papua melalui program CSR di bidang pendidikan. Sebab, pendidikan akan meningkatkan keterampilan, menciptakan lapangan pekerjaan serta pendapatan. “Kami memfalitasi dan mempunyai infrastruktur,” ujarnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, FI membangun IPN. IPN adalah lembaga pendidikan vokasi non-formal dan pelopor pengembangan standarisasi test penilaian kinerja di Papua. “IPN berfokus kepada pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap,” tuturnya.
Didirikan tahun 2003, IPN dimasudkan untuk mengatasi terbatasnya SDM Papua yang memiliki keahlian di bidang industri pertambangan.
IPN memiliki 15 jurusan teknik dan 3 program non-teknis dan setiap siswa akan mendapatkan manfaat berupa pendidikan teknis dan non teknis berupa komputer, perpustakaan dan bahasa Inggris, kemudian kesehatan, alat pelindung keselamatan kerja, uang saku, transportasi dan makan 2 kali sehari.
IPN mempunyai visi menjadi lembaga pendidikan, pelatihan dan pengembangan yang terdepan dengan menghasilkan SDM Papua yang berkarakter unggul, mandiri dan mampu bersaing di pasar global.
Sementara misinya adalah mengembangkan IPN sebagai lembaga pendidikan, pelatihan dan pengembangan SDM yang memiliki program sesuai kebutuhan pasar, tenaga pengajar yang profesional dan andal, memiliki fasilitas penunjang yang unggul, melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Kemudian, menghasilkan SDM Papua yang berkarakter unggul, kompeten dalam bidangnya dan profesional.
Sulaeman menyebutkan manfaat IPN bagi Papua. Seperti, sebagai perintis sekolah vokasi atau keahlian di daerah tertinggal dan terpencil. “Satu-satunya lembaga non-formal di Papua yang berkurikulum teknis dan pembentukan karakter tenaga kerja terampil dan siap pakai dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal,” pungkasnya.
Fotographer: Rendy MR
