Jakarta, TopBusiness – Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sudah mengadopsi creating shared value (CSV) dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Salah satu contoh Program CSR yang sudah mengadopsi CSV adalah program Desa Bakti untuk Negeri (DBUN) II di wilayah Ekspolasi Panas Bumi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut untuk mengimplementasikan ESS (Environmental and Social Safeguards).
“Kegiatan dilaksanakan berupa kegiatan infrastruktur fisik untuk mendukung ketersediaan air bersih, revitalisasi sekolah, dipadukan dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi dengan memperhatikan kearifan lokal bersamaan dengan tercapainya target pembangunan,” ujar Corporate Communication & CSR Head Corporate Secretary Division PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Agah Djajadiredja dalam sesi presentasi di depan Dewan Juri TOP CSR Awards 2020 di Jakarta, Kamis (6/2/2020).
TOP CSR Awards 2020 merupakan event penganugerahan penghargaan kepada para pelaku CSR di Tanah Air yang digelar secara rutin oleh Majalah TopBusines.
Menurut Agah, adanya kegiatan ESS pada proyek dapat memastikan masyarakat di sekitar proyek dan lingkungan sekitar mendapatkan manfaat yang lebih melalui kegiatan Program Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). “Kegiatan ini ditujukan untuk membangun kepercayaan stakeholder lokal, nasional dan international bahwa PT SMI dalam operasinya memperhatikan prinsip prinsip berkelanjutan dengan memperhatikan masyarakat dan lingkungan,” kata dia.
Selain DBUN II, kata Agah, ada empat Program CSR unggulan lain yang dilakukan PT SMI sejak tahun 2018. Pertama adalah Bantuan Pembangunan Jalan Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Bentuk kegiatan ini adalah penyaluran bantuan pembangunan jalan desa yang menghubungkan dua, yakni Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.
“Program ini meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Ini juga membantu program pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi masyarakat di lokasi terpencil,” ujar dia.
Program CSR lainnya adalah SDG Indonesia One Platform. Ini merupakan kerja sama pendanaan untuk mendukung pembangunan infrastrukur di Indonesia, yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan menggandeng donatur nasional dan internasional.
“PT SMI dan Lie Ka Sing & Hatchinson Pte Ltd yang berbasis di Hongkong bersinergi mendukung upaya pemerintah dalam menangani rekonstruksi dan rehabilitasi di daerah bencana di Palu, Sigi,Donggala. Program ini diwujudkan dengan pembangunan huntara dan hunian tetap di daerah bencana Palu, Sigi dan Donggala,” tutur Agah.
Program CSR unggulan lainnya adalah bantuan pembangunan Sekolah SMK Batu Putih. PT SMI membangun tiga ruang kelas di Desa Oebobo, Kec. Batu Putih Kab Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang lebih baik dan mendukung program pemerintah dalam menghasilkan SDM berkualitas,” tutur dia.
Tak hanya itu, PT SMI juga memiliki program CSR unggulan berupa bantuan perahu Puskesmas keliling di Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara. Bantuan Perahu Puskesmas keliling ini untuk mendekatkan akses terhadap kesehatan kepada penduduk di dua kecamatan dan empat desa di Morotai.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat pulau terpencil serta mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan di wilayah tak terjangkau, terutama di Indonesia bagian timur,” ujar dia.

Mengenai komitmen dukungan top manajemen PT SMI terhadap kegiatan CSR, Agah menegaskan bahwa dukungan mereka sangat besar yang dibuktikan dengan anggaran yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Anggaran itu dituangkan dalam bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun non-PKBL, yang disebut PT SMI Berbagi. Fokus kegiatan CSR yang dilaksanakan selama ini adalah menyediakan infrastruktur skala mikro yang dapat membuka konektivitas. Selain itu, menjaga ketahanan air; mendukung peningkatan kualitas pendidikan; meningkatkan taraf kesehatan masyarakat; dan menyediakan sumber energi yang berwawasan lingkungan (green energy).
Fotografer: Rendy MR
