Jakarta, TopBusiness – IPC Marine punya program CSR yang mengacu kepada praktik CSV (creating shared value). Satu di antara itu adalah Eco Office, yang memilah dan mendaur ulang sampah yang bernilai tinggi.
“Tahun 2019, kami mengolah sampah organik sebanyak 13.500 kg,” kata VP QHSSE and Risk Management IPC Marine, Imam Subekti, di Jakarta (11/2/2020), dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top CSR 2020, suatu ajang penghargaan CSR, yang digelar oleh Majalah TopBusiness.
Imam menjelaskan pula bahwa di waktu yang sama, sampah non-organik yang dikumpulkan sebanyak 9.500 kg.
Ada beberapa manfaat dari program bank sampah tersebut. “Untuk kami, karyawan menjadi lebih peduli lingkungan,” dia menjelaskan.
Adapun untuk masyarakat, program itu pun menghasilkan sejumlah manfaat. Antara lain, masyarakat mendapatkan wawasan tentang pemanfaatan sampah. Kemudian, program tersebut pun menumbuhkan semangat kegotongroyongan.
Dia pun menjelaskan bahwa pada tahun 2019, IPC Marine menyediakan dana senilai Rp 800 juta untuk CSR pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Dari nilai itu, yang terserap senilai Rp 788.768.556. “Tingkat penyerapan ini naik sebesar 36% kalau dibandingkan dengan di tahun 2018,” dia menambahkan.
Peningkatan itu terutama karena CSR sosial-keagamaan, serta beasiswa kepada kaum duafa dan anak yatim.
Dijelaskan pula oleh Imam bahwa jajaran manajemen puncak kepada program CSR, bagus. Manajemen puncak berperan menerapkan kebijakan terkait CSR, dan terlibat langsung dalam aktivitas CSR tertentu.
