Jakarta, TopBusiness—Pelindo III menargetkan bahwa seluruh pelabuhan yang dikelola punya kampung binaan, sebagai salah satu wujud implementasi program CSR. Saat ini, ada sejumlah kampung binaan yang tengah dikembangkan.
Hal itu dijelaskan oleh Asisten Sekretaris Perusahaan Kemitraan dan Bina Lingkungan Pelindo III, Soegeng Prayitno, di Jakarta (18/2/2020), dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR 2020, sebuah ajang penilaian dan penghargaan program CSR yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah institusi.
Soegeng menjelaskan bahwa kampung binaan yang sedang dikembangkan adalah: Kampung Mangoet (Semarang), Petani Edamame (Wonosobo), Wisata Sonto Laut (Surabaya). “Lalu, ada Kampung Wisata Air Terjun Munduk di Kabupaten Buleleng, Bali, yang sering dikunjungi turis asing,” ucap dia.
Dalam kesempatan presentasi yang sama, Luqman Firmansyah dari PKBL Pelindo III, menjelaskan tentang sejumlah program CSR yang beraspek CSV (creating shared value). Salah satu program itu adalah Desa Wisata di Desa Panglipuran, Bali. Itu merupakan kampung binaan sejak tahun 2015.
Ke desa itu, Pelindo III memberikan bantuan. Antara lain sarana dan prasarana umum seperti toilet umum, perbaikan gapura, serta perbaikan berugak. “Desa itu menjadi desa yang terbersih di dunia,” kata Luqman.
Dia pun berkata bahwa program CSR oleh pihaknya telah meningkatkan kunjungan turis asing atau pun domestik di desa itu. “Perekonomian warga pun meningkat karenanya,” papar ia.
Contoh lain CSR yang punya aspek CSV masih ada. Yakni, masih kata Luqman, Kampung Lawas Maspati, Kampung Hidroponik Simokalangan, dan Basic Safety Training Tenaga Kerja Bongkar Muat.
Foto: TopBusiness
