
Jakarta, businessnews.id — Bank Mandiri masih mengkaji membuka cabang operasional di Malaysia. Hal itu untuk terlebih dulu memastikan potensi pasar dan cara masuk ke pasar malaysia.
Menurut Wakil Direktur Bank Mandiri, Riswinandi, di Jakarta hari ini, kini layanan pihaknya di Malaysia hanya untuk jasa pengiriman uang.
Namun ke depan, dengan penandatanganan ABIF (Asean Bank Integration Framework) baru-baru ini antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (B(), dan Bank Negara Malaysia, sangat mungkin Bank Mandiri menbuka cabang layanan penuh perbankan di Malaysia.
”Ini masih kami kaji potensinya,“ terang dia.
Ia menilai bahwa dari sisi potensi, Malaysia memiliki potensi yang ditopang oleh 2 juta tenaga kerja Indonesia yang mengadu peruntungan di sana.
“Nah, tentunya mereka juga butuh layanan perbankan selain jasa pengiriman uang,” terang dia.
Namun untuk masuk dengan layanan penuh perbankan, masih dikaji antara dua hal. Pertama, meniru cara bank-bank Malaysia masuk ke pasar Indonesia yakni dengan membeli mayoritas saham bank lokal.
Kedua, resmi membuka cabang di sana. “Kan sudah ada contohnya di mana bank milik Malaysia membeli bank lokal,” kata dia lagi.
Peliput/Penulis: Abdul Aziz
Ed: Dhi