Jakarta, TopBusiness – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mempublikasikan kinerja keuangan untuk tahun fiskal 2019. Perusahaan berhasil mencapai panduan operasional maupun keuangan, walaupun harus menghadapi tekanan (headwinds) di pasar batubara berkat pertumbuhan volume dan pengendalian biaya yang berkelanjutan.
Dengan dukungan kekuatan model bisnis yang terintegrasi, ADRO juga dapat mempertahankan profitabilitas tinggi dalam kondisi pasar batubara yang sulit.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADRO, Garibaldi Thohir, di Jakarta, mengatakan. “Kami gembira dengan kinerja perusahaan pada tahun 2019, karena di tengah pasar yang sulit. Kami berhasil mencetak kinerja finansial yang solid berkat pertumbuhan volume tahunan yang tinggi dan pengendalian biaya yang berkelanjutan. Suksesnya penerbitan obligasi PT Adaro Indonesia dan dimulainya operasi PLTU 2×100 MWPT Tanjung Power Indonesia menandai beberapa pencapaian kami pada tahun 2019. Kami memperkirakan pada tahun 2020 pasar akan tetap sulit dan kami akan melanjutkan fokus terhadap upaya peningkatan keunggulan operasional, pengendalian biaya dan efisiensi, serta eksekusi strategi demi kelangsungan bisnis.”
EBITDA operasional sebesar USD 1.207 juta, atau sedikit melebihi target EBITDA operasional 2019 yang ditetapkan pada kisaran USD 1.000 juta –1.200 juta.
Laba inti pada USD 635juta, yang mencerminkan kinerja yang tinggi dari bisnis inti serta keunggulan operasional.
Belanja modal bersih selama FY19 tercatat sebesar USD 489 juta, sejalan dengan panduan tahun 2019 sebesar USD 450 juta-600 juta.
ADRO menghasilkan arus kas bebas yang tinggi sebesar USD 566 juta pada tahun 2019 yang menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan arus kas lebih dari operasi perusahaan.
Foto: Istimewa
