Jakarta, TopBusiness – Pada penutupan perdagangan Kamis (5/03), indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia berkurang 12,01 poin, atau setara dengan 0,21 persen ke posisi 5.638,13. Aksi ambil untung menghempaskan indeks komposit Jakarta.
Pelaku pasar merealisasikan aksi ambil untung, setelah harga-harga saham mengalami peningkatan harga beberapa hari terakhir. Ini merupakan sesuatu yang wajar, dan bukan merupakan seuatu yang dikhawatirkan, sebab lumrah terjadi.
Pelemahan indeks Jakarta tersebut tak sejalan dengan bursa saham kawasan Asia-Pacific, yang mayoritas bergerak positif. Seperti, indeks nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo 229 poin ke posisi 21.329, diikuti indeks hang seng 545 poin ke posisi 26.767,
dan indeks Shanghai di Bursa Saham China 60 poin ke posisi 3.071.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal dengan volume mencapai 6.524.044.061 dan frekuensi 487.700 senilai Rp 7,038 triliun. Beberapa sahammengalami pengurangan harga, diantaranya, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) Rp 150 ke posisi Rp 3.250, diikuti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Rp 10 ke posisi Rp 3.370, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Rp 45 ke posisi Rp 1.830.
Fotographer: Rendy MR
