Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Kamis (12/3) di Bursa Efek Indonesia terjun bebas 258,36 poin, atau setara dengan 5,01 persen ke posisi 4.895,748. Kejatuhan indeks komposit Jakarta ini segaris dengan sejumlah bursa utama kawasan Asia.
Kekhawatiran yang terlalu berlebih terhadap penyebaran virus corona memaksa pelaku pasar modal domestik melepas saham-sahamnya. Perasaan takut juga bertambah seiring dengan tergerusnya sejumlah bursa utama kawasan Asia.
Sejumlah bursa utama Asia, seperti, Bursa Saham Filipina melalui PSE jatuh 616,99 poin (9,71 persen) ke posisi 5.736,27, diikuti Kospi di Bursa Saham Korsel 73,94 poin (3,87 persen) menjadi 1.834,33, dan Bursa Efek Tokyo melalui nikkei-225 856,43 poin (4,41 persen) ke posisi 18.559,63.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal dengan volume mencapai 5.320.903.376 unit saham dan frekuensi 421.049 kali senilai Rp 5,980 triliun. Beberapa saham mengalami peningkatan harga, diantaranya, PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) Rp 50 ke posisi Rp 1.500 per unit, diikuti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 500 ke posisi Rp 5.025, dan PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) Rp 30 ke posisi Rp 1.450.
Foto: Rendy MR
