
Jakarta, businessnews.id — Bank Indonesia (BI) memerkirakan, inflasi sepanjang tahun 2014 masih di angka 4,7%. Sementara, beberapa kalangan justru memerkirakan berada di kisaran 6%.
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Pery Warjiyo, di Jakarta hari ini, pihaknya yakin besaran inflasi akhir tahun 2014 masih di kisaran 4% plus-minus 1%.
“Perkiraan kami 4,7%. Bahkan lebih rendah dari itu,” dia berkata.
Keyakinan Pery itu dilandasi oleh perkiraan adanya deflasi yang didorong oleh penyesuaian harga BBM (bahan bakar minyak) dengan mekanisme baru. Selain itu, deflasi juga terjadi pada komoditi pokok seperti beras dan harga cabe.
“Inflasi month to month bulan ini pun lebih rendah daripada 0,7% yang kami sampaikan sebelumnya,” kata dia.
Survei Pemantauan Harga BI menunjukkan bahwa, hingga minggu kedua Januari 2015, inflasi akan lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya sebesar 0,7%.
Bukankah faktanya berbeda, antara lain tarif angkutan umum tidak kembali turun setelah harga BBM turun kembali? Pery menegaskan keyakinan rendahnya inflasi daripada perkiraan.
“Kita lihat saja. Kami kan melakukan survei harga di pasar. Demikian pula Badan Pusat Statistik,” kata dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi