Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya seiring masih adanya sentiment negatif dari wabah Covid-19.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di tangga Rp15.975 atau melemah 15 poin ketimbang penutupan rupiah akhir pekan lalu di posisi Rp15.960. Namun masih di sesi pagi, pergerakan mata uang NKRI itu terus amblas hingga menyentuh level Rp16.550 atau memerah 3,70% alias 590 poin! dalam 1,5 jam pertama itu.
Menurut analis pasar uang senior dari Analis Vibiz Research Center, Alfred Pakasi, dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin pagi ini (23/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar, laju terpantau melemah signifikan, sementara dollar AS di pasar Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya. Berarti rupiah terhadap dollar AS pagi ini telah melemah tajam 3,77% atau 600 poin.
“Melemahnya rupiah ini menjadi level terendahnya sejak Juni 1998. Ini terjadi sementara dollar lanjut melemah di pasar uang Asia setelah terkoreksi di sesi sebelumnya, turun dari minggu terbaiknya sejak krisis tahun 2008,” tutur dia di Jakarta, Senin (23/3/2020).
Tercatat, menurut dia, indeks dollar yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun ke level 102,33, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 102,82.
“Kami melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini masih melaju, sehingga rupiah makin terteka. Tapi dollar di pasar Asia terkoreksi. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 15.288 – Rp 16.950,” tutur dia.
Di pasar keuangan lainnya, dari pasar modal terpantau laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih di zona merah. IHSG Senin di awal sesi pertama, terpantau melemah tajam 4,16% atau 171,761 poin ke level 4.023,933.
“Sementara bursa saham kawasan Asia lainnya, umumnya merosot oleh ketidakpastian perkembangan virus corona dengan bursa Australia tergelincir hampir 8%,” tutup Alfred.
