
Jakarta, businessnews.id — Bank Rakyat Indonesia (BRI) menargetkan 4 juta transaksi layanan branchless banking (bank tanpa cabang) di tahun 2015. Target itu didukung ditambahnya agen layanan branchless banking menjadi 50.000 orang sampai akhir 2015 ini.
Menurut Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, di Jakarta (26/1/2015), pihaknya semula menargetkan angka agen itu di 35.000 orang. Namun, dalam perkembangan, target itu menjadi 50.000 orang.
“Sebisa mungkin, tambah dua kali lipat daripada jumlah yang ada saat ini yakni 25.000 orang,” dia berkata.
Direktur BRI, A. Toni Soetirto, mengatakan bahwa sampai Desember 2014, total nilai transaksi layanan itu mencapai Rp 605,685 miliar. Per agen, rata-rata bertransaksi 65 kali. Dan tiap transaksi, agen mendapat fee Rp 1.000 sampai Rp 2.500.
Sedangkan pendapatan agen beragam, ada yang mencapai Rp 10 juta per bulan. Ini hanya dari transaksi layanan jasa pengiriman uang.
Pendapatan tersebut bisa naik dengan ditambahnya jenis layanan. Itu bila BRI telah mengantungi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan bank laku pandai. Di sini, agen bisa melayani tabungan, kredit mikro, dan asuransi mikro.
“Kami harap, bulan depan ijinnya sudah keluar,” kata dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi