Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan penguatannya, kendati masih bersifat terbatas. Ditilik dari sisi teknikal dan juga fundamental, IHSG masih memungkinkan untuk menguat. Untuk itu, para pelaku pasar diminta untuk jeli dalam mengoleksi saham.
Analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama menegaskan, IHSG pada perdangan kemarin berhasil ditutup menguat signifikan mencapai 10.19% ke level 4338.90. Pada hari ini pun, kata dia, secara teknikal Inedks masih bisa rebound.
“Berdasarkan indikator, MACD memang masih negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI justru terlihat bergerak ke atas meninggalkan area jenuh jual (oversold),” kata dia di Jakarta, Jumat (27/3/2020).
Di sisi lain, Nafan melanjutkan, terlihat juga upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan, namun terbatas pada pergerakan IHSG ini. Sehingga hanya berpeluang menuju ke resistance terdekat.
Untuk level support pertama maupun kedua sendiri memiliki range pada kisaran 4123.56 hingga 3911.72. Dan untuk posisi resistance pertama maupun kedua memiliki range pada rentang 4408.80 sampai 4545.14.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
– BJTM, secara daily (444), dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi reversal pada pergerakan harga saham. Sehingga “Akumulasi Beli” pada area level 408 – 444, dengan target harga secara bertahap di level 478, 505, 525, 540 dan 600. Support: 408 & 386.
– BNGA, untuk daily (600), dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi reversal pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 575 – 605, dengan target harga secara bertahap di level 620, 645, 665, 680 dan 735. Support: 575 & 565.
-BSDE, untuk daily di (600), dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi reversal pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 590 – 610, dengan target harga secara bertahap di level 660, 760, 835, 890 dan 1120. Support: 550 & 484.
– CPIN, untuk daily (4210), terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi reversal pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 3880 – 4220, dengan target harga secara bertahap di level 4340, 4580, 4770, 4910 dan 5500.Support: 3880 & 3740.
– SMGR, daily (6800), adapun indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6000 – 6800, dengan target harga secara bertahap di level 7425, 8000, 8400 and 10100. Support: 5900 & 5400.
– UNTR, dengan daily (15025), dan pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 14400 – 15100, dengan target harga secara bertahap di 15400, 16300, 17025, 17525 dan 19650. Support: 14400 & 13775.
