Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kembali melanjutkan penguatannya. Hal ini karena terimbas oleh adanya sentimen di pasar global terkait stimulus di beberapa negara dalam rangka melawan pandemic virus corona (covid-19) ini.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah di pasar spot di peradagangkan menghijau di sesi pembukaan pagi di posisi Rp16.105 per USD atau menguat signifikan 200 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp16.305 per USD. Hingga satu jam pertama mata uang Garuda ini masih bertengger menghijau meski trennya terdepresiasi di tangga Rp16.195 per USD atau menguat 110 poin alias 0,67%.
Menurut analis pasar uang dari PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, penguatan Rupiah tak lepas dari sikap pelaku pasar global yang masih cemas dengan prospek stimulus menghadai covid-19. Antara lain, pasar cemas terhadap stimulus di AS, terkait harapan rebound-nya ekonomi AS, kecemasan Inggris tak mampu menghadapi virus ini, termasuk stimulus serupa di domestik.
“Jadi kondisi yang terjadi ini, pelaku pasar dengan cemas menunggu paket stimulus US$ 2 triliun untuk mengimbangi dampak ekonomi dari pandemi corona virus ini,” tutur dia di Jakarta, Jumat (27/3/2020).
Dia mencontohkan terkait stimulus di AS. Di sana, Presiden Donald Trump dan para pemimpin kongres mengatakan mereka telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) stimulus besar-besaran untuk menghalau perlambatan ekonomi yang disebabkan pandemi virus ini.
Memang, Trump diperkirakan bakal secepatnya menandatangani RUU tersebut menjadi UU, akan tetapi pemungutan suara Senat belum dijadwalkan.
“Ada indikasi bahwa beberapa negara bagian di AS akan membutuhkan lebih banyak uang untuk pasokan medis karena sistem perawatan kesehatan berjuang untuk mengatasinya,” tutur Ibrahim.
Sementara dari pasar domestik, Pemerintah telah menggelontorkan beberapa stimulus yang sudah diumumkan sebelumnya dan dikuatkan dengan Keputusan Presiden (Kepres) seperti bantuan langsung tunai dan insentif restrukturisasi kredit sehingga menunda membayar cicilan dalam setahun.
Banjirnya stimulus dari pemerintah itu menjadi sentimen positif bagi mata uang NKRI itu. Namun begitu, masih adanya ecemasan global bisa membahayakan rupiah. “Dari kondisi pasar yang seperti itu, pergerakan rupiah dalam perdaganagn hari ini bisa melemah di kisaran Rp16.220 per USD hingga Rp16.430 per USD,” pungkas dia.
