TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IMF Siap Gelontorkan US$ 1 Triliun untuk Atasi Covid-19

Nurdian Akhmad
29 March 2020 | 06:34
rubrik: Ekonomi
Hadang Resesi, IMF Sambut Positif  Bank Sentral

Jakarta, TopBusiness – Dana Moneter Internasional (IMF) siap menyalurkan dana hingga US$ 1 triliun atau sekitar Rp 16.200 triliun, untuk menopang perekonomian negara-negara anggotanya akibat dampak pandemi Virus Korona baru atau Covid-19. IMF juga mengajak lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia, untuk secara bersama menyalurkan pendanaan darurat. 

Hal itu disampaikan melalui pernyataan bersama Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva dan Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional, Lesetja Kganyago.

“Banyak dari negara-negara ini membutuhkan bantuan untuk memperkuat respons krisis mereka dan memulihkan pertumbuhan. Terutama mengingat kekurangan likuiditas valuta asing di negara berkembang dan beban utang yang tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah,” ujar Kristalina dalam pernyataan resmi yang dikutip, Minggu (29/3/2020).

Masalah-masalah ini selanjutnya akan dibahas oleh Dewan Eksekutif IMF dalam beberapa minggu ke depan. Tujuannya adalah membuat respons krisis IMF semakin efektif dalam membantu para anggotanya mencapai pemulihan yang lebih cepat dan lebih kuat. 

IMF menilai, pandemi virus corona yang menyerang secara global, telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan. “Kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dimana pandemi kesehatan global telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan,” jelasnya.

Akibat pandemi global virus corona, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan negatif. Krisis keuangan setidakan akan sama seperti pada 2008 lalu atau lebih buruk. IMF menilai, negara-negara anggotanya telah mengambil tindakan luar biasa untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi kegiatan ekonomi.

Tapi ada kebutuhan lebih besar untuk memprioritaskan dukungan fiskal. Terutama untuk menopang konsumsi rumah tangga, serta kelangsungan bisnis untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada tahun 2021. 

Dalam pernyataan yang dilansir di situs resmi IMF itu juga disebutkan, negara-negara maju lebih baik dalam merespons penyebaran virus corona, namun negara berkembang dan terutama negara berpenghasilan rendah sangat terpukul oleh kombinasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini. 

BACA JUGA:   Siasat Ewindo Sebar Benih Sayuran di Tengah Pandemi

Antara lain akibat pembalikan aliran modal secara tiba-tiba, yang diperparah oleh penurunan tajam harga komoditas. 

Tags: IMFpandemi Covid-19
Previous Post

Tanggap Darurat DKI Jakarta Diperpanjang Sampai 19 April

Next Post

HK Berkarya Menuju Go Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR