TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SAMF Listing Virtual di Tengah Covid-19

Busthomi
31 March 2020 | 11:06
rubrik: Capital Market
SAMF Listing Virtual di Tengah Covid-19

Jakarta, TopBusiness – PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) menjadi emiten pertama yang melakukan pencatatan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia di tengah merebaknya wabah virus corona (covid-19). Emiten yang bergerak di bidang usaha produksi dan distribusi Pupuk NPK nonsubsidi ini melantai ke Bursa melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Namun karena adanya pandemic covid-19 itu, proses listing SAMF sendiri dilakukan secara virtual dengan meniadakan proses seremoni di mainhall BEI. Pencatatan saham sendiri dilakukan seperti biasa oleh sistem JATS dan bisa ditransaksikan oleh investor di mana pun.

Dan berdasar perdagangan debutnya itu, saham SAMF melonjak sebanyak 35% ke harga Rp162 per saham dari harga perdananya Rp120 per saham. Dari transaksi tersebut, menghasilkan volume perdagangan sebanyak 45 ribu dengan frekuensi tiga kali, sehingga menghasilkan nilai transaksi Rp1,29 juta dengan kapitalisasi pasar sebanyak Rp830,25 miliar.

Perseroan sendiri melepas sahamnya sebanyak 775.000.000 lembar saham baru atau setara dengan 15,12% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Dengan harga saham yang ditawarkan sebesar Rp120 per saham, maka keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp93 miliar.

Bersamaan dengan IPO ini, SAMF juga memberikan alokasi pasti (fixed allotment) sejumlah 22.639.400 saham kepada karyawan perseroan dan entitas anak (Program ESA). Ini bertujuan untuk memberikan insentif dan meningkatkan rasa memiliki karyawan terhadap perseroan serta memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat dalam mendukung operasional dan ekspansi perusahaan. Saham-saham dalam Program ESA ini di lock-up selama dua tahun.

Direktur Utama Perseroan, Yahya Taufik, menyatakan terlepas dari kondisi global, regional maupun dalam negeri yang sedang dalam kondisi tak kondusif akibat ancaman Covid-19 ini, proses bookbuilding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar. Selain itu, tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha SAMF.

BACA JUGA:   Covid Pengaruhi Harga Ekspor Pertambangan

“Perseroan akan menggunakan sekitar 49,78% dana segar dari IPO ini untuk mendanai kebutuhan belanja modal (capex) entitas anak, guna meningkatkan kapasitas produksi,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima media, di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Belanja modal yang dia maksud meliputi pembelian mesin-mesin produksi, mesin penunjang termasuk instalasi dan pembangunan serta perbaikan dan/atau pemeliharan fasilitas-fasilitas penunjang dari pihak ketiga. Sementara sisanya, yakni sekitar 50,22% bakal digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak.

Sepanjang 2019 lalu, perseroan memperkirakan mampu mencatat penjualan sebesar Rp1,28 triliun (unaudited) atau tumbuh 6,52%dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih berada di kisaran Rp95,80 miliar (unaudited). Berarti tumbuh 11,73% dibandingkan tahun sebelumnya.

Saham SAMF juga masuk dalam Daftar Efek Syariah yang dikeluarkan oleh OJK. Selain karena kegiatan usahanya yang tidak melanggar ketentuan-ketentuan dalam kriteria efek syariah, pengelolaan risiko yang kuat dari manajemen perseroan juga tercemin dari rasio utang yang rendah menjadi salah satu penyebabnya. Per 30 September 2019, rasio utang berbunga (interest bearing debt) perseroan hanya tercatat sebesar 0,95x.

Pelanggan dari Saraswanti sendiri saat ini mencakup perusahaan perkebunan nasional baik swasta maupun pemerintah hingga lebih dari 500 (lima ratus) pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini Perseroan memiliki tiga entitas anak dengan lima pabrik yang tersebar di Jawa Timur, Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah untuk mendukung kegiatan produksinya.

Foto: istimewa

Tags: beiCovid-19ipolistingsamfsaraswanti anugerah Tbk
Previous Post

Nilai Nominal Anggaran untuk Covid-19

Next Post

Investor Lokal Borong Saham; IHSG Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR