Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan peningkatan penyaluran untuk dana pertanggungjawaban sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Tercatat, total dana CSR perseroan mencapai Rp15,96 miliar atau meningkat dari sepanjang 2018 yang di angka Rp11,26 miliar. Juga lebih tinggi dari tahun 2017 lalu yang sebanyak Rp12,26 miliar.
Peseroan sendiri sepanjang tahun lalu berhasil mencatatkan laba tahun berjalan sebanyak Rp1,37 trilin atau meningkat dari sebelumnya Rp1,26 triliun. Demikian pula dengan perolehan laba operasional pada tahun 2019 naik 5,31% atau mencapai Rp1.796 miliar dari tahun 2018 sebesar Rp1.705 miliar. Pendapatan bunga dan syariah tahun 2019 juga meningkat 8,45% yakni menjadi Rp3.999 miliar dari sebelumnya Rp3 .688 miliar secara (year on year).
Hal ini disampaikan oleh Pjs Direktur Utama BJTM, Ferdian Timur Satyagraha dalam laporan keberlanjutan tahun 2019 seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, JUmat (3/4/2020).
Jumlah angka CSR itu terdiri dari beberapa segmen yakni untuk sektor pendidikan sebanyak Rp791,12 juta atau meningkat secara tahunan di angka Rp506,69 juta. Untuk dana kesehatan sebesar Rp2,36 miliar atau dari sebelumnya Rp2,19 miliar yoy. Dana kebudayaan dikucurkan sebesar Rp334,20 juta dari sebelumnya Rp325,80 juta secara yoy. “Dan untuk dana sosial dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sebanyak Rp12,48 miliar dari sebelumnya Rp8,01 miliar,” kata dia.
Keberpihakan BJTM terhadap sektor UMKM memang tinggi. Selain dana CSR untuk UMKM tadi, kucuran ke kredit UMKM juga masih tinggi. Sepanjang 2019 lalu, pihaknya menyalurkan kredit ke sektor ini sebanyak Rp6,97 triliun, memang relatif stagnan dari tahun sebelumnya di angka Rp7,06 triliun. Namun begitu, untuk jumlah debiturnya relatif meningkat sedikit dari sebelumnya di angka 52.060 menjadi 53.220 debitur. Dengan jumlah agen laku pandai sebanyak 453 agen dari sebelumnya di angka 258 agen.
Tak hanya kucuran dana, perseroan juga tetap menjaga dari aspek lingkungan sebagai upaya pembangunan berkelanjutan. Perseroan berhasil mengukur pemanfaatan hal-hal yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Seperti untuk konsumsi listrik, sepanjang 2019 lalu perseroan menggunakan 2.225.569 kwh atau menurun dari tahun lalu sebanyak 2.283.936 kwh.
Untuk konsumsi air, penggunaannya sebesar 45.360 m3 dari sebelumnya 34.170 m3 secara yoy. Sedang untuk konsumsi bahan bakar inyak (BBM) jenis solar perseroan juga mencatat penurunan yang tajam dari sebanyak 177.287 liter menjadi 24.001 liter di akhir 2019 lalu. “Juga dengan penggunaan kertas dari akhir 2018 yang sebesar 3.538 rim menurun drastis menjadi 2.096 rim,” katanya.
Jadi, kata dia, dalam menjaga penerapan keuangan berkelanjutan tahun 2019 BJTM juga memperhatikan hal-hal itu dalam penyaluran kreditnya. Antara lain bentuknya adalah, penyelenggaran inhouse training tentang keuangan berkelanjutan di tingkat tim keuangan berkelanjutan, manajemen dan pelaksanaannya. Kemudian, penyelenggaraan training analis lingkungan hidup (AMDAL) di tingkat manajemen dan analis kredit.
“Dan memberikan apresiasi terkait kemudahan permodalan kepada debitur yang mengembangkan usaha dan mendukung kegiatan Green UMKM,” pungkas dia.
