
Jakarta, businessnews.id — Bank Negara Indonesia (BNI) tahun 2015 menargetkan transaksi trade finance tumbuh 15% sampai 20%. Hal itu didukung oleh Peraturan Pemerintah yang mewajibkan penggunaan LC (letter of credit) untuk empat sektor.
Menurut Direktur Treasury dan Financial Institution BNI, Suwoko Singoastro, di Jakarta hari ini, peluang untuk tumbuhnya transaksi trade finance besar. Sebab, Menteri Perdagangan RI, Rahmat Gobel, telah mensyaratkan empat komoditas wajib LC.
“Itu seperti mineral, migas (minyak dan gas), dan CPO (crude palm oil). Itu kan peluangnya cukup besar dan berjumlah besar,” kata dia.
Ditambahkannya, selama ini nasabahnya banyak yang bergerak di sektor di atas. Maka, akan menjadi peluang pertumbuhannya. Sedangkan selama ini transaksi trade finance ditopang oleh industri.
“Jadi, kebijakan itu hanya stimulus,” terang dia .
Sementara, capaian trade finance tahun 2014 sebesar USD 31,1 miliar. Atau, meningkat 8,9% dibandingkan volume tahun 2013.
Adapun transaksi trade finance BNI selama ini didominasi oleh segmen korporasi yang meliputi korporasi pertanian 29%; sektor pertambangan dan migas 21%; makanan dan minuman 17%; industri kimia 13%; retail dan wholesaler 9%; engineering dan konstruksi 7%; listrik 7%.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi