Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan kembali melanjutkan penguatannya. Hal ini karena masih adanya sentiment positif bagi pelaku pasar dan membuat investor sudah masuk ke area jenuh jual (over bought).
Menurut analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin laju Indeks berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 4.07% di level 4811.83. Untuk itu, di perdagangan hari ini pola itu masih akan menguat, meski berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif.
“Namun begitu, dari sisi Stochastic dan RSI bergerak ke atas menuju area overbought. Dan di sisi lain, terlihat juga pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” kata Nafan di Jakarta, Selasa (7/4/2020).
Dan berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua akan memiliki rentang pada level 4697.67 dan 4529.48. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua berada di kisaran 4883.15 hingga 4997.90.
Untuk itu, dengan kondisi pasar yang ada, ini sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
– AUTO, dengan daily (840). Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 780 – 840 area, dengan target harga secara bertahap di level 885, 980, 1055, 1105 dan 1325. Support: 780 & 715.
– IMAS, dengan daily (545). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level level 450 – 550, dengan target harga secara bertahap di level 640, 710, 760 dan 970. Support: 450 & 390.
– TINS, dengan daily (515). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 452 – 515, dengan target harga secara bertahap di level 595, 660, 710 dan 900. Support: 424 & 368.
– WSBP, dengan daily (173). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 143 – 173, dengan target harga secara bertahap di level 200, 230, 250 dan 336. Support: 121.
– WSKT, dengan daily (635). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 515 – 635, dengan target harga secara bertahap di level 775, 910, 1010 dan 1415. Support: 410.
– WTON, dengan daily (288). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 226 – 288, dengan target harga secara bertahap di level 326, 356, 376 dan 460. Support: 226 & 206.
