TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyek Hulu Migas akan Berproduksi di Kuartal I

Albarsyah
8 April 2020 | 15:16
rubrik: Ekonomi
Proyek Hulu Migas akan Berproduksi  di Kuartal I

Jakarta, TopBusiness – Pada kuartal pertama 2020, SKK Migas dan KKKS telah berhasil menyelesaikand empat proyek hulu minyak dan gas bumi (migas). Kegiatan-kegiatan yang menyerap investasi sekitar USD 45 juta ini memberikan tambahan produksi gas sekitar 80 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan menghasilkan listrik 4 MegaWatt (MW).

Keempat proyek yang berhasil diselesaikan adalah tiga proyek gas dan sat) proyek utilitas. Rinciannya   adalah Grati Pressure Lowering yang dilakukan Ophir Indonesia (Sampang)  Pty.  Ltd.  di Jawa   Timur. Proyek  ini  bertujuan  untuk  menghasilkan  produksi  gas sebesar 30 MMscfd.

Proyek kedua adalah pengembangan Lapangan gas Randugunting oleh PT PHE Randugunting di Jawa Tengah, yang berpotensi memberikan tambahan produksi 5MMscfd.

Proyek ketiga adalah pengembangan Lapangan gas Buntal-5 oleh Medco E&P NatunaLtd. di Laut   Natuna, memberikan tambahan produksi 45 MMscfd.  

Terakhir adalah pembangunan Sembakung Power Plant PT Pertamina EP.  Pembangkit yang dibangunakan digunakan untuk mendukung operasi hulu migas di wilayah Kalimantan Timur.

Dalam keterangan persnya yang diterima redaksi Top Business, Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan GasBumi (SKK Migas), Julius Wiratno, di Jakarta, Minggu (5/4) mengatakan,  kami   bersyukur  empat   proyek   hulu  migas   telah   dapat  direalisasi   tepat   waktu.  “Capaian ini merupakan salah satu usaha yang kami lakukan untuk menjaga produksi migas sesuai target”, kata Julius.

Lanjutnya, Sepanjang tahun 2020 direncanakan terdapat 11 proyek  hulu migas yang akan onstream. Mayoritas proyek merupakan proyek pengembangan lapangan gas. Jumlah proyek ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya ada 9 proyek. Keberadaan proyek hulu migas akan memberikan kontribusi pada penambahan produksi migas yang bermuara pada pemasukan negara.  

BACA JUGA:   PT TWC Optimistis Bandara NYIA Dongkrak Kunjungan Wisatawan Hingga 2 Juta Orang

Selain itu, proyek-proyek hulu migas juga akan menggerakan sektor ekonomi di daerah dan menciptakan lapangan kerja. “SKK Migas dan KKKS bekerja keras menjaga agar proyek hulu migas yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 dapat direalisasi tepat  waktu”, ujar Julius.

Namun menghadapi wabah Covid-19 dan penurunan harga minyak ini, Julius mengaku pihaknya harus duduk bersama dengan KKKSuntuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan, termasuk mengevaluasi target capaian proyek. “Hampir semua KKKS  yang kami hubungi meminta akses khusus untuk pekerja dan materialyang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan yang mereka lakukan. Oleh karena itu kami harusmembuat perencanaan ulang. Tujuannya agar kegiatan yang kami lakukan memberi manfaatmaksimal bagi negara,” tegas Julius.

Sejauh ini  SKK Migas  telah mengindentifikasi beberapa  dampak  yang ditimbulkan Covid-19terhadap proyek hulu migas, antara lain transportasi material lebih lama, khususnya pengirimanmaterial dari luar negeri, mobilisasi pekerja ke lokasi lebih sulit karena perizinan dan waktukarantina, kegiatan   manufaktur   peralatan   migas   untuk   proyek   tertunda   atau   lebih   lama, persetujuan pengurusan perijinan lebih lama, serta produktivitas  engineering  dan  konstruksimenjadi lebih rendah.

Beberapa upaya yang dilakukan agar proyek kegiatan tetap dapat dilaksanakan, tidak berhenti total.   Salah satunya, meminta agar para kepala daerah memberikan privilege terhadap pergerakan manusia dan barang yang dibutuhkan oleh hulu migas, tanpa melanggar kaedah kehati-hatian.

“Dalam menjalankan operasi, kami selalu menjunjung tinggi keselamatan kerja. Oleh karena itukami juga setuju dengan adanya protocol yang ketat dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Namun   demikian   kami   berharap   agar   kegiatan   lapangan   tetap   dapat   dijalankan   walaupundengan pergerakan yang berkurang tersebut,” ujarnya.

Previous Post

Tiket Online di 4 Pelabuhan

Next Post

PUPR Gulirkan Program Padat Karya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR