Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Namun begitu, ternyata ada potensi pelaku pasar sudah jenuh jual, sehingga penutupan perdagangan sebelum penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu bisa terapresiasi.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,18% di level 4.626.69. Sementara untuk pedagangan hari ini, berdasarkan indikator, untuk MACD memang masih membentuk pola golden cross di area negatif.
“Meskipun demikian, indicator Stochastic justru sudah menunjukkan area overbought atau jenuh jual. Mestinya ini menjadi hal positif bagi Indeks,” kata Nafan di Jakarta, Kamis (9/4/2020).
Namun memang, tegas Nafan, masih terlihat pola evening star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area support-nya.
Dan berdasar rasio Fibonacci sendiri, support pertama maupun kedua bagi IHSG hari ini akan memiliki rentang pada level 4529.48 and 4397.44. Sementara itu, untuk level resistance pertama maupun kedua akan berada di kisaran 4697.67 hingga 4883.15.
Untuk itu, ada sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor.
– BBRI, dengan daily (2820). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2640 – 2830, dengan target harga secara bertahap di level 3060, 3220, 3330 dan 3810. Support: 2640 & 2500.
– ICBP, dengan daily (9600). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 9325 – 9625, dengan target harga secara bertahap di level 9850, 10050, 10175 dan 10750. Support: 9325, 9175 & 9025.
– INCO, dengan daily (2210) (RoE: 2.96%; PER: 27.42x; EPS: 80.60; PBV: 0.81x; Beta: 1.33):* Pergerakan harga saham telah mengujigaris MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level level 2150 – 2210, dengan target harga secara bertahap di level 2370, 2490, 2580 dan 2950. Support: 2030 & 1925.
– INDF, dengan daily (6250). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level level 6000 – 6250, dengan target harga secara bertahap di level 6400, 6675, 6750 dan 7275. Support: 6000, 5850 & 5750.
– INTP, dengan daily (11550). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 11000 – 11600, dengan target harga secara bertahap di level 12925, 13850, 14525 dan 17300. Support: 10400 & 9600.
– JPFA, dengan daily (915). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 900 – 920, dengan target harga secara bertahap di level 970, 1065, 1140, 1190 dan 1415. Support: 865 & 800.
