Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT BPR Delta Artha boleh berbangga. Kenapa? Sebab mampu mempertahankan dana desa untuk dikelola dengan baik, demi peningkatan perekonomian masyarakat dengan harapan menjadi desa mandiri.
“Saya bisa mempertahankan dana desa itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Karena saya meyakinkan pemkab, meyakinkan stakeholders (pemangku kepentingan) itu sangat luar biasa. Sebab, harus mempresentasikan hal itu beberapa kali. Saya harus bersaing dengan bank-bank umum yang notabene bank-bank milik pemerintah juga,” kata Direktur Utama, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, saat sesi wawancara dan pendalaman dalam ajang TOP BUMD Awards 2020 melalui aplikasi join zoom meeting, Selasa (14/04/2020).
Selanjutnya, dia menyatakan akan tetap mengedepankan dana desa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Dan mungkin ke depannya, yah yang harus kami perbaiki adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada desa, bagaimana memberikan manfaat. Jadi BPR Delta Artha ini harus bisa bermanfaat bagi desa dan BUMDes,” katanya.
Menurut Sofia, kepercayaan masyarakat desa terhadap perseroan dibuktikan dengan penunjukan dalam pengelolaan dana desa. “Jadi dana desa ini tak mudah kita peroleh dan itu tak ada komplain dari semua desa. Dana desa ditaruh di BPR Delta Artha. Di seluruh jawa Timur hanya BPR Delta Artha Sidoarjo yang dipecaya. Kita di-support oleh desa-desa, bahwa BPR Delta Artha itu bisa, mampu. Siapa yang bisa membesarkan BPR Delta Artha kalau bukan dari desa-desa. Ini salah satu bukti, bahwa kita dipercaya oleh masyarakat desa,” paparnya.
Perseroan adalah sebagai pengelola rekening kas desa yang meliputi, alokasi dana desa, kemudian dana desa, bagi hasil pajak daerah, bagi hasil retribusi daerah, dan bantuan keuangan khusus.
BPR Delta Artha pada tahun 2020 menjadi satu-satunya BPR di Jawa Timur yang masih dipercaya oleh Pemkab Sidoarjo untuk mengelola dana desa. Hal tersebut dikarenakan dukungan dari desa-desa yang merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan BPR Delta Artha.
Dia pun menyebutkan besaran angka dana desa yang dikelola perseroan. “Jadi posisi akhir tahun 2019 kemarin, dana desa yang mengendap Rp 30-35 miliar,” tuturnya.
Atas mampu menciptakan kinerja dengan capaian kinerja operasional dalam hal pengelolaan dana desa yang membanggakan, perseroan baru-baru ini memperoleh predikat terbaik se-Jawa Timur. “Kemarin, pertama kali provinsi mengadakan BUMD Award Jawa Timur dan Alhamdulillah Delta Artha menjadi BPR Terbaik Se-Jawa Timur. Jadi ini kali pertama diadakan oleh Pemprov. Alhamdulillah kami yang terbaik se-Jawa Timur,” ungkapnya.
Pengelolaan BUMDes
Salah satu penilaian tim juri sebab perseroan mengelola dana desa, dan juga terlibat dalam pembinaan BUMDes. “Jadi BPR Delta Artha ini BUMD milik Pemda Sidoarjo, dan BUMDes adalah badan usaha milik desa. Jadi BUMDes dengan adanya dana desa, dimana pemerintah pusat sangat peduli terhadap desa. Bagaimana perekonomian desa itu bisa tumbuh, bagaimana desa itu bisa mandiri. Jadi BUMDes-BUMDes ini kita bina. Tahun 2019, pembinaanya dalam hal bagaimana cara pengelolaan keuangan dengan baik, bagaimana membuat laporan keuangan yang baik sehingga keuangan BUMDes ini bisa dikelola dengan baik. Dan ke depannya bisa lebih baik,” jelasnya.
Sebagai mitra Pemkab Sidoarjo dalam penyaluran dana desa, BPR Delta Artha berkomitmen untuk turut serta dalam upaya pembinaan BUMDes di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya, BPR Delta Artha ditunjuk sebagai salah satu Juri dalam acara BUMDes Awards 2019 yang diadakan Jawa Post.
Kesuksesan kinerja perseroan tak lepas dari tim solid BPR Delta Artha. “Saya bangga mempunyai tim solid, meski tak terlau banyak tapi teman-teman komit. Kita satu visi dan misi,” ujarnya.
Ditambahkan, manajemen pun mampu mempertahankan kredit bermasalah dalam level aman yaitu 0,62 persen pada tahun 2019 atau turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 0,90 persen. “Karena NPL saya masih terjaga di sekitar itu, Alhamdulillah NPL kita terjaga setiap tahun, itu pun karena didukung oleh tim saya,” pungkasnya.
