
Jakarta, businessnews.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan kredit sektor kontruksi sepanjang tahun 2014 mencapai 27,2%. Pertumbuhan itu yang tertinggi di antara sektor lainnya, namun tidak diiringi kualitas kreditnya.
Menurut Kepala Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK, Irmansyah, di Jakarta hari ini, pihaknya mencatat bahwa di akhir tahun 2014 NPL (non-performing loan) kredit sektor konstruksi mencapai 4,4%.
Itu memang mengherankan karena, di saat yang sama, kredit konstruksi mengalami pertumbuhan paling tinggi di antara sektor yang lain yakni 27,2%.
Sementara ini, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab anomali tersebut, namun dari rekaan sementara hal itu bisa akibat adanya leg pembayaran debiitur kepada bank yang terlalu cepat. Dan, lamanya proses pembayaran dari pemberi kerja kepada debitur.
“Kami masih memelajari sampai saat ini sebelum memberi rekomendasi,” dia berkata.
Sebenarnya, besaran NPL kredit sektor kontruksi pada posisi bulan Desember cenderung menurun dibanding November 2014 yakni sebesar 4,7%. Sedangkan portofolio kredit kontruksi mencapai Rp 138 triliun.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito