TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dana IPO CASH untuk Akuisisi PT STI

Busthomi
4 May 2020 | 09:59
rubrik: Capital Market
Dana IPO CASH untuk Akuisisi PT STI

Jakarta, TopBusiness – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), perusahaan finansial teknologi yang bergerak di bidang Payment Gateway, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski di tengah pandemi Covid‐19, perseroan tetap optimistis memulai langkah baru di bursa papan akselerasi ini.

Perseroan melepas saham ke publik ini melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah saham yang dilepas ini sebanyak 250 juta saham baru, dengan harga Rp350 per saham. Angka tersebut setara 17,5% dari modal disetor dan ditempatkan pada Cashlez. Secara bersamaan, perseroan juga menerbitkan Waran Seri I dengan rasio 1:1.

Tee Teddy Setiawan, Presiden Direktur CASH menegaskan, proses persiapan IPO tersebut masih terus dijalankan tanpa terpengaruh oleh kondisi pasar yang sedang tidak menentu. Dan melalui langkah IPO ini, Cashlez telah memperoleh dana segar sebesar Rp87,5 miliar. Dari dana tersebut, sekitar 61,31% akan digunakan untuk mengakuisisi PT Softorb Technology Indonesia (STI), sesuai dengan rencana perseroan. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

“Melalui IPO ini, kami dapat terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis dan salah satunya adalah akuisisi STI yang menurut kami sangat strategis untuk pertumbuhan bisnis kami,” tandas Teddy, di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Sebagai perusahaan Fintech Payment Gateway yang telah resmi mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI), pihaknya berharap dengan adanya IPO ini dapat mendukung pengembangan bisnis melalui sinergi dari berbagai pihak.

Sehingga dengan dana IPO untuk akuisisi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dalam rangka pengembangan bisnis, salah satunya melalui jumlah merchant yang bergabung bersama Cashlez. Sampai saat ini, jumlah merchant Cashlez mencapai lebih dari 7.000 merchants, 88% di antaranya terdiri dari usaha menengah kecil mikro (UMKM).

BACA JUGA:   BEI Sanksi Garuda Rp 250 Juta Akibat Pelanggaran LK

“Untuk akhir tahun ini, jumlah merchant yang bergabung dengan Cashlez diproyeksikan akan mencapai 10.000 merchants. Dalam hal pertambahan jumlah merchant ini, Cashlez turut berpartisipasi membantu proses digitalisasi UMKM di tengah pandemi Covid‐19,” katanya.

Sebagai catatan, kinerja perusahaan Cashlez di tahun 2019 lalu meningkat jika dibandingkan dari tahun sebelumnya. Nilai Gross Transaction Value (GTV) perseroan pada akhir 2019 meningkat menjadi Rp3.811 miliar atau bertumbuh 183% secara year on year (YoY). Target peningkatan GTV selanjutnya diproyeksikan 3 kali lipat dari hasil di 2019.

“Sebagai perusahaan yang dapat menyediakan multi payment dengan one stop solution kami berharap melalui IPO ini dapat terus bertumbuh dan mendorong  perekonomian Indonesia dengan membantu para pelaku usaha, khususnya UMKM,” pungkas dia dengan menambahkan, pihaknya menggandeng PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter).

Tags: beiCashlez Worldwide Indonesia TbkCovid-19ipolisting
Previous Post

Aturan BI: Atur Kelola Rupiah Aplikasi Online

Next Post

Industri Hulu Migas Diminta Hindari PHK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR