TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Obat Manjur untuk Covid-19 Mulai Diekspor

Nurdian Akhmad
4 May 2020 | 10:25
rubrik: Business Info
Obat Manjur untuk Covid-19 Mulai Diekspor

Jakarta, TopBusiness – Setelah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat untuk penggunaan remdesivir sebagai obat Covid-19, Gilead Sciences selaku produsen obat tersebut sudah mulai mengekspornya ke sejumlah negara.

CEO Gilead Sciences, Daniel O’Day mengatakan perusahaannya telah mengekspor remdesivir, anti-virus yang disebut dapat membantu mempercepat pemulihan pasien terinfeksi virus corona (Covid-19).

Saat ini perusahaan mendonasikan seluruh pasokan obat yang ada (1,5 juta botol), yang bisa untuk mengobati 100.000 hingga 200.000 pasien Covid-19, jelas O’Day dalam wawancara di acara “Face the Nation” CBS, Minggu (3/5/2020).

“Kami telah mengekspor untuk digunakan dalam uji klinis dan untuk ribuan terapi pengobatan,” katanya, dilansir AFP, Senin (4/5/2020).

“Dan kolaborasi kami dengan pemerintah telah sedemikian rupa, kami sangat transparan dengan mereka. Kami memiliki hubungan yang baik berkaitan dengan alokasi [obat ini] di masa depan.”

Gilead Sciences adalah perusahaan biofarmasi yang berbasis di Foster City, California, AS yang meneliti, mengembangkan dan mengkomersialkan obat-obatan. Perusahaan ini berfokus terutama pada obat antivirus yang digunakan dalam pengobatan HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan influenza, termasuk dua obat hepatitis C yakni Harvoni dan Sovaldi.

Mengacu situs resminya, perusahaan ini pertama kali tercatat di Bursa Nasdaq, AS, pada Januari 1992 dengan kode saham GILD. Harga sahamnya menguat 1,03% di level US$ 84/saham pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (30/4/2020) atau Jumat pagi waktu Indonesia, pekan lalu.

Lebih lanjut, O’Day mengatakan pemerintah AS yang akan menentukan bagaimana obat tersebut dialokasikan. Penentuannya akan berdasarkan pada di mana obat itu paling dibutuhkan.

“Mereka akan mulai mengirim puluhan ribu terapi perawatan keluar awal minggu ini dan menyesuaikannya ketika epidemi berubah dan berkembang di berbagai bagian dan kota yang berbeda di sini di AS,” katanya.

BACA JUGA:   Presiden Resmikan Jembatan Pulau Balang untuk Dukung Konektivitas IKN

“Dalam hal pertanyaan alokasi, saya pikir kami selaras dengan pemerintah AS untuk keduanya, melayani pasien di AS dan kemudian untuk dapat juga memastikan sebagai perusahaan global yang berbasis di AS bahwa kami dapat melayani negara lain,” katanya.

O’Day juga mengatakan akan ada pasokan remdesivir dalam jumlah yang lebih besar di paruh kedua tahun ini dan perusahaan tidak dilarang mengekspor obat tersebut.

“Kami telah melakukan dialog yang sangat baik dengan pemerintah dan itu berjalan dengan baik.”

Remdesivir adalah obat pertama yang menunjukkan hasil yang bermanfaat dalam mengobati Covid-19 sejak wabah itu muncul di Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu.

Tags: GileadObat Covid-19remdesivir
Previous Post

MedcoEnergi Berdayakan Masyarakat

Next Post

IHSG Berkurang 106 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR