Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek Indonesia, PT Pefindo telah menegaskan peringkat “idAAA” terhadap Obligasi II Tahun 2010 Seri B Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp1.995 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2020.
Analis Niken Indriarsih dan Qorri Aina, dalam laman Pefindo.com,di Jakarta, hari ini, menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo dengan menggunakan kas internal. Per 30 September 2019, posisi kas dan setara kas TLKM tercatat sebesar Rp15,0 triliun.
Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor Indonesia lainnya adalah superior.
Sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, hingga akhir September 2019, TLKM melayani 170,9 juta pengguna cellular, 120,5 juta pelanggan pengguna broadband, dan 6,5 juta pelanggan IndiHome. TLKM memiliki variasi layanan yang luas, antara lain, layanan selular melalui anak perusahaan yang dimiliki Perusahaan sebesar 65% yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), telepon tidak bergerak kabel, data dan internet, interkoneksi, jaringan, dan lain-lain.
Pada tanggal 30 September 2019, Perusahaan dimiliki Pemerintah Indonesia (52,1%), dan sisanya dimiliki oleh publik dan lainnya (47,9%).
Foto: Istimewa
