Jakarta, TopBusiness – Rencana Presiden Jokowi yang ingin BUMN/BUMD untuk ‘keroyokan’ membuka lahan baru di lahan basah atau lahan gambut untuk persawahan menuai banyak respon. Langkah Presiden itu disebut pemerintah sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kekeringan yang melanda dan ancaman kelangkaan pangan sebagai respon pandemi covid-19.
Padahal, di mata Tejo Wahyu Jatmiko dari Aliansi untuk Desa Sejahtera atau Perkumpulan Indonesia Berseru, rencana pencetakan sawah merupakan kebijakan yang lahir karena sebab adanya kepanikan semata.
“Selama ini pemerintah dinilai tidak ada upaya serius dalam menjaga lahan pertanian. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya luasan sawah, minimnya realisasi pencetakan sawah, berkurangnya petani dan nelayan serta tingginya angka import pangan,” ujar Tejo dalam diskusi Mencetak Sawah atau Masalah? Rencana Keroyokan BUMN di Lahan Basah atau Lahan Gambut’ seperti dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (7/5/2020)
Makanya, kata dia, Indonesia saat ini belum memiliki system untuk pangan. Padahal Indonesia telah memiliki toolsatau perangkat untuk membangun itu, namun sayangnya tidak dijalankan.
“Jika pemerintah ingin serius, pandemi ini seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk menata sistem pangan Indonesia yang berkelanjutan, memberdayakan sumber daya lokal dan menguatkan pangan itu sendiri,” tegas Tejo.
Inda Fatinaware, Direktur Eksekutif Sawit Watch menambahkan, rencana pencetakan sawah di lahan gambut merupakan pilihan yang beresiko. Kegagalan penyediaan lahan pertanian dengan penanaman padi melalui proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Satu Juta Hektar di Kalimantan Tengah harusnya menjadi momen pembelajaran, jangan sampai terulang kembali.
“Pemerintah harus mempertimbangkan pendekatan landscape (Kesatuan Hidrologis Gambut/KHG) dalam upaya pengembangan, revitalisasi dan perlindungan lahan pangan di lahan gambut. Dan juga pemerintah harus melihat perspektif pangan bukan hanya komoditi beras/padi semata, melainkan komoditi pangan lain yang juga turut menjadi perhatian dan dapat dikembangkan,” tandasnya.
