Jakarta, TopBusiness – PT XL Axiata Tbk (EXCL) berhasil meraih peningkatan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp 6,5 triliun hingga kuartal I-2020, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang hanya meraih sebanyak 1,3%.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, peningkatan pendapatan ini didorong oleh kenaikan penetrasi penggunaan smartphone mencapai 86% di akhir triwulan pertama, sehingga berimbas kenaikan pendapatan data sebesar 17%. “Saat ini pendapatan dari data berkontribusi sebesar 91% dari total pendapatan layanan perusahaan,” ujar dia dalam siaran persnya, Selasa (12/5/2020).
Perseroan juga berhasil mencetak kenaikan EBITDA perseroan yang meningkat sebesar 40% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan revenue, efesiensi biaya dan implementasi IFRS16, sehingga laba bersih perseroan juga terangkat menjadi Rp 1,5 triliun.
“Tiga bulan pertama setiap tahun selalu menjadi periode yang berat bagi operator. Namun, momentum positif dari kinerja 2019 ditambah dengan proposisi produk yang inovatif, serta kualitas jaringan yang kuat, telah berhasil membawa kami mewujudkan kinerja yang tetap kuat dan berkelanjutan di triwulan 1 2020,” ujar Dian.
Beban usaha perseroan menurun 10% YoY dan menurun 13% QoQ. Hal ini disebabkan oleh beban biaya infrastruktur yang lebih rendah -23% YoY dan -24% QoQ sebagai hasil dari adopsi IFRS 16. Sementara itu, biaya interkoneksi dan biaya lainnya turun 9% lebih rendah YoY karena menurunnya interkoneksi dari trafik layanan voice. Biaya pemasaran juga turun 1% lebih rendah YoY karena terjadinya pergeseran pengeluaran ke digital.
Dian menambahkan, neraca perseroan saat ini dalam kondisi sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah proses penjualan menara. Rasio hutang bersih terhadap EBITDA juga ada di bawah 1 kali. Free Cash Flow (FCF) perusahaan juga dalam kondisi yang sehat, meskipun ada kenaikan pada komitmen untuk keperluan belanja modal dan roll-out 2020. FCF meningkat 82% YoY menjadi Rp 1,4 triliun.
Sementara itu, total trafik hingga kuartal I-2020 meningkat 41%, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya secara YoY dan 7% dibandingkan triwulan sebelumnya secara QoQ. Peningkatan ini disebabkan oleh dampak yang diberikan dari pemerintah terkait Work From Home (WFH), trafik data telah meningkat 15%, dibandingkan periode sebelum WFH.
Namun demikian, total pelanggan XL Axiatan di periode ini turun tipis menjadi 55,5 juta, hal ini disebabkan oleh adanya persaingan yang ketat. Namun, pendapatan rata-rata planggan tetap stabil di 36 ribu, sama dengan kuartal sebelumnya secara QoQ dan meningkat sebear 6% dibandingkan dengan kuartal I-2019 secara YoY.
Sebagai informasi, per akhir Maret 2020, perseroan memiliki lebih dari 133 ribu BTS, meningkat 9% dbandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Sebanyak lebih dari 43 ribu BTS di antaranya merupakan BTS 4G. Jaringan 4G XL Axiata kini telah hadir dan melayani pelanggan di 449 kota/kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Meskipun pandemi Covid-19, instalasi jaringan terus berjalan sesuai rencana tanpa gangguan dan mayoritas diharapkan akan selesai sebelum Lebaran,” tutur dia.
