Jakarta, TopBusiness – Industri perbankan kian berkembang pesat di setiap daerah. Persaingan antarbank pun tak bisa dielakan. Oleh karena itu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Baturaja terus berupaya maksimal dengan melihat peluang dan kekuatan yang dimiliki sebagai upaya mitigasi risiko agar roda bisnis perusahaan tetap eksis di tengah himpitan persaingan.
“Persaingan saat ini semakin ketat, kita harus melihat peluang dan memanfaatkaan kekuatan yang ada, tapi kita tidak menghilangkan idealismenya,” ungkap Januar Hertanto selaku direktur utama BPR Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, saat penjurian TOP BUMD Awaard 2020 yang dilaksanakan secara daring, Senin (11/5/2020).
BPR Baturajaa merupakan bank daerah yang terbilang masih belia, yakni pada 7 Agustus 2017 BPR Baturaja mulai melakukan kegiatan operasional. Komposisi kepemilikan modal BUMD ini adalah 99% dikuasai Pemerintahan Ogan Komering Ulu (OKU) selaku pemegang saham pengendali dan sebesar 1% saham dimiliki Perusahaan Daerah Pasar Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Meski baru ‘seumur jagung’, BPR Baturaja terbilang sukses karena menempatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten OKU sebagai captive market. Hal ini dilakukan karena kondisi perekonomian di Sumsel saat ini tidak bagus akibat harga karet sedang jatuh, sehingga usaha perdagangan sepi. “Ini (ASN) bagian dari upaya dalam memitigasi risikonya agar BPR bisa tumbuh dan memperoleh laba, dengan pola ini, Alhamdulillah terbukti pada saat ini, terjalin kerja sama dengan pemerintah kota,” katanya.
Berkat upaya tersebut, tingkat kesehatan BPR Baturaja per 30 April 2020 tergolong baik dengan rasio kesehatan melebihi dari standar yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nilai CAR sebesar 15,87 (OJK 15,00), KAP sebesar 0,70 (OJK 10,35) PPAP sebesar 100,00 (OJK 100,00), ROA sebesar 7,62 (OJK 1,22), BOPO sebesar 91,73 (OJK 93,52), CR sebesar 24,62 (OJK 4,05), LDR sebesar 87,50 (OJK 93,75) dan NPL sebesar 0,83 (OJK 5,00).
Penulis: Abdullah Suntani
Keterangan foto: Direktur Utama BPR Baturaja, Januar Hertanto saat sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD 2019 yang dihelat Majalah TopBusiness, tahun lalu di Jakarta. (dok TopBusiness)
