Jakarta, TopBusiness – Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia diestimasikan masih dalam kontraksi.
Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan, perdagangan indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah kemarin, turun 0.75% ke level 4,554.4, dengan net sell investor asing sebesar Rp 774,1 miliar. Indeks EIDO turut ditutup negatif 0.50% pada perdagangan semalam. Bursa Kospi dan Nikkei pagi ini diperdagangkan melemah masing – masing 1.24% dan 0.82%. “Sementara itu kami perkirakan IHSG dapat melanjutkan koreksi pada hari ini,” demikian tersebut.
Sebelumnya, Chairman The Fed, Jerome Powell menyatakan bahwa penurunan suku bunga di bawah 0% (negative interest rate) saat ini belum menjadi opsi bagi The Fed (05/13), meskipun outlook ekonomi AS ke depan sangat tidak menentu dan memiliki risiko penurunan yang signifikan.
Sementara di sisi lain, dukungan fiskal tambahan dinilai perlu untuk menghindari risiko keterpurukan ekonomi dan membantu pemulihan ekonomi menjadi lebih kuat.
Pasar saham AS ditutup melemah pada perdagangan semalam, dengan S&P 500 turun -1.75%, Dow Jones turun -2.17% dan Nasdaq -1.55%, sementara yield 10Y US Treasury masih bergerak sideways di level 0.643%. Pergerakan sideways juga terjadi pada harga minyak mentah Brent (-1.63%) di level USD 29.30 per barrel.
Rilis data ekonomi PDB Inggris pada 1Q20 menunjukan pertumbuhan koreksi 1.6% yoy (prev: +1.1% yoy; cons: -2.1% yoy) yang lebih baik dari perkiraan konsensus.
Foto: Rendy MR
