
Jakarta — Dua menara rusunawa (rumah susun sederhana sewa) dengan anggaran Rp 160,24 miliar mulai dibangun di Jatinegara, Jakarta Timur. Menempati lahan bekas Kantor Dinas Teknis Propinsi DKI Jakarta, dua menara itu memuat 546 sarusun (satuan unit rumah susun). “Seluruhnya akan diperuntukkan masyarakat yang kini tinggal di bantaran Ciliwung. Khususnya segmen Kampung Melayu sampai Manggarai,” kata Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto saat peresmian pembangunan rusunawa itu di Jakarta hari ini.
Dua menara itu, ia menambahkan, masing-masing terdiri dari 16 lantai. Jumlah sarusun di menara pertama sebanyak 280, dan di menara kedua 266. “Rusunawa tersebut selain menyediakan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat, juga menjadi bagian dari penanganan hunian kumuh.”
Ia mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum sudah membangun rusunawa di Jakarta sejak tahun 2005. Sampai tahun 2009, yang sudah dibangun sebanyak 19 menara yang memuat 1.850 sarusun. Dan hampir semua itu telah dihuni.
Penanganan hunian kumuh dan pencegahannya, Menteri Djoko Kirmanto mengatakan, harus selalu menjadi agenda prioritas bagi Pemerintah Daerah. Dan harus mendapatkan alokasi dana yang signifikan. “Pola penanganan kumuh dengan pembangunan rusunawa ini layak dijadikan contoh bagi kota besar lain di Indonesia,” kata dia.
Menteri tersebut pun berkata, pembangunan rusunawa di Jakarta jangan sekadar berhenti di pembangunan. Tapi juga sinambung dalam pemeliharaan dan pengelolaan. (DHIT)