
Jakarta — Penurunan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2013 dari 5.000-an ke 4.200-an bukan karena keterlambatan regulator mengantisipasi. Sebab, penentu turun-naik IHSG adalah mekanisme pasar. “Regulator berperan mengawasi pasar sebagaimana di negara lain pun begitu,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, dalam konferensi pers hari ini di Jakarta.
Terlepas dari itu, Nurhaida mengatakan, pihak regulator akan terus mengadakan pengawasan ke pasar modal. Itu agar mekanisme pasar berjalan sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan bahwa regulator tentu tidak bisa campur tangan memengaruhi pergerakan IHSG. Tugas pokok regulator adalah mengawasi agar pasar modal berjalan wajar dan efisien.
Ito pun berkata bahwa, untuk tahun 2014, para analis mengatakan bahwa pasar modal Indonesia akan tumbuh. Sungguhpun Pemilihan Umum berlangsung. Di Pemilihan Umum 2009 pun IHSG terus naik.
Pada dasarnya, di tahun 2014, pasar modal masih dibayangi sejumlah faktor makro. “Itu adalah defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, serta defisit anggaran negara,” kata Ito. (DHIT)