Jakarta, TopBusiness – PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) pada hari ini, Selasa (2/6/2020) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilanjutkan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bertempat di kantor pusat Garudafood.
Pelaksanaan RUPST dan RUPSLB ini dihadiri komisaris dan direksi perseroan yakni Hartono Atmadja (komisaris), Robert Chandrakelana Adjie (direktur) dan Fransiskus Johny Soegiarto (direktir) serta diselenggarakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Protokol tersebut adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan, menerapkan prosedur jaga jarak pada ruangan yang digunakan dan menyediakan masker dan hand sanitizer bagi panitia maupun peserta rapat.
“Salah satu dari empat agenda RUPST Garudafood kali ini adalah membahas tentang pembagian dividen sebesar Rp28per saham dari laba bersih yang akan dibagikan pada 25 Juni 2020 nanti,” kata Direktur GOOD, Paulus Tedjosutikno, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Menurutnya, di tengah kondisi perekonomian yang kurang kondusif dan ketatnya persaingan industri makanan dan minuman di tahun 2019 lalu, perseroan mampu mencapai angka penjualan sebesar Rp8,43 triliun atau tumbuh 4,8% (atau setara Rp390 miliar) dibandingkan pendapatan tahun 2018 atau year on year (yoy).
Di samping itu, Garudafood juga mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 2,4% secara yoy menjadi Rp436 miliar pada tahun 2019 lalu.
‘’Di tahun 2019, penjualan kami tumbuh 4,8% dan laba bersih kami juga tumbuh 2,4% dari tahun sebelumnya. Dari segmen geografis, penjualan Perseroan masih berasal dari pasar domestik, yaitu sebesar hampir 95% dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 5,7%,” tandas dia.
Hal ini, lanjut Paulus, menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 turun ke angka 5%, namun daya beli masyarakat tetap tinggi dan tingkat inflasi juga cenderung rendah. “Dengan dukungan kebijakan ekonomi yang kondusif, Indonesia masih tetap merupakan potensi pasar yang sangat menarik bagi Perseroan,” tandasnya.
Selain itu, total aset perseroan tahun 2019 juga bertumbuh sebesar 20,2% atau sebesar Rp851 miliar. Total ekuitas perseroan bertumbuh sebesar 11,1% atau sebesar Rp276 miliar. Beberapa rasio keuangan di tahun 2019 juga berhasil dicapai oleh perseroan dengan baik. Antara lain Current Ratio sebesar 1,5 kali, Debt-to-Equity Ratio (DER) sebesar 0,4 kali; Debt Service Coverage Ratio sebesar 2,6 kali serta Debt-to-Ebitda Ratio sebesar 1,3 kali.
Lebih lanjut dia menegaskan, perseroan selalu berupaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja di antaranya dengan rutin melakukan riset pasar untuk menilai dampak dari perubahan produk, harga, promosi pemasaran, perubahan saluran distribusi dan sebagainya. Selain itu, perseroan juga serius untuk terus mengembangkan sistem teknologi informasi (TI) untuk peningkatan produktivitas di seluruh fungsi bisnis.
Perseroan terus melakukan inovasi dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat diterima oleh konsumen. Salah satunya meluncurkan beberapa varian produk baru di sepanjang tahun 2019. Plus, pengembangan galeri kunjungan pabrik digital pertama di Indonesia yang diberi nama “Gery X-Quest”, berlokasi di pabrik biskuit Gresik, Jawa Timur.
Usai RUPST, perseroan menggelar RUPSLB dengan keputusan persetujuan ratifikasi penerapan ‘Nilai-nilai Dasar Perusahaan’ (Corporate Core Value) sebagai landasan dan sumber dalam membangun budaya perseroan. Ini sekaligus menjadi pedoman dalam setiap perilaku dan tindakan perseroan, pengurus dan karyawan. Hal ini akan diwujudkan melalui semua peraturan, keputusan serta kebijakan yang dihasilkan oleh perseroan.
Foto: Bisnis.com
