Jakarta, TopBusiness – Lima perusahaan BUMN berkolaborasi mendirikan Posko Masak di Jakarta sebagai wilayah tertinggi penyebaran Covid-19. Lima perusahaan ‘pelat merah’ ini adalah Perum Perumnas (Persero), PT Antam, PT Asabri, Perum Bulog, dan PT JIEP.
Program Posko Masak ini merupakan salah satu inisiasi Kementerian BUMN yang merupakan wujud kepedulian BUMN untuk membantu meringankan warga yang terdampak wabah covid-19 dengan memberikan bantuan makanan.
Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menjelaskan, Perumnas turut serta dalam program BUMN ini sebagai upaya tanggap bencana covid-19 bagi warga yang terdampak, khususnya di Jakarta Timur sebagai lokasi fokus Perumnas.
“Dalam program ini, Perumnas memberikan bahan baku di antaranya beras, telur, ayam, ikan, daging sapi, sayuran, bumbu-bumbu masak, gula, dan minyak goreng yang diolah menjadi makanan siap saji,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (3/6/2020).
Perumnas sebagai Satgas Bencana BUMN Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan program ini sejak 5 Mei lalu dan akan berlangsung selama dua bulan ke depan. “Setiap harinya disiapkan 20 ribu porsi makanan untuk didistribusikan secara merata ke 10 titik,” tuturnya.
Setiap titik lokasi mendapat jatah bantuan makanan siap saji sebanyak 2.000 porsi per hari. Adapun ke 10 titik posko masak tersebut di antaranya Titik Jakarta Selatan 1 (Grogol Selatan), Titik Jakarta Selatan 2 (Pasar Minggu), Titik Jakarta Timur 1 (Duren Sawit), dan Titik Jakarta Timur 2 (Utan Kayu).
Kemudian Titik Jakarta Timur 3 (Pasar Rebo), Titik Jakarta Barat 1 (Kebon Jeruk), Titik Jakarta Barat 2 (Duri Kosambi), Titik Jakarta Utara 1 (Koja), Titik Jakarta Utara 2 (Tanjung Priok), serta Titik Jakarta Pusat 1 (Kemayoran).
Selain itu Perumnas juga menyalurkan sembako sekitar 1.000 paket yang tersebar di empat provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta. Budi menegaskan pihaknya akan berfokus pada masyarakat yang berlokasi di sekitar area operasional Perumnas, namun tidak menutup kemungkinan akan menyebar lebih luas.
“Kami berharap dengan adanya program ini akan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat merebaknya pandemi covid-19 dan akan menjadi program yang berkelanjutan ke depannya,” kata Budi.
