Jakarta, TopBusiness—Di tengah kondisi sektor properti yang carut-marut akibat
dihantam wabah corona, ternyata industri properti masih tetap menunjukkan potensi yang kian menggeliat. Tercatat, tren positif sektor properti bahkan terus mengalami kenaikan. Demikian dijelaskan dalam riset pasar oleh 99 Group, melalui keterangan tertulis yang diterima kemarin malam oleh Majalah TopBusiness.
Dijelaskan, semenjak merebaknya wabah corona, pasar properti adalah salah satu sektor yang mendapatkan dampak terburuk. Sejumlah pihak terkait mulai dari pengembang, agen, hingga pihak ketiga pun turut merasakan guncangan krisis akibat hantaman pandemi ini.
Namun, memasuki periode akhir kuartal II tahun 2020, tren di sektor properti justru mengalami perkembangan positif yang cukup signifikan.
Tim analis dari 99 Group yang menaungi portal 99.co dan Rumah123.com berhasil merangkum perkembangan positif ini. 99 Group merupakan platform properti terbesar di Indonesia dengan 12 juta traffic bulanan, 160.000 agen aktif dan 250.000 permintaan bulanan.
Berdasarkan riset pasar selama masa pandemi ini, tim analis 99 Group mencatat bahwa sebetulnya sektor properti tetap bisa diandalkan. Hal ini dibuktikan oleh peningkatan tren positif dan permintaan pasar terhadap properti terutama dalam beberapa pekan terakhir.
Kemudian, dijelaskan pula bahwa hasil survei ini juga bisa dijadikan patokan dalam mengambil keputusan terkait investasi properti baik di bidang rumah tinggal, investasi apartemen, ataupun bidang lainnya.
Berdasarkan hasil survei tersebut, diketahui bahwa minat pasar terhadap real estat sebenarnya terus meningkat. Tim analis 99 Group kemudian membandingkan hasil pencarian kata kunci tersebut untuk tahun 2018, 2019, serta 2020. Secara sekilas tren pencarian kata kunci “rumah dijual” sepanjang tahun 2018 dan 2019 menunjukkan hasil yang cukup mirip.
Sementara itu, hingga bulan Mei tahun 2020, tren pencarian kata kunci “rumah dijual” menunjukkan hasil dengan perbedaan yang cukup signifikan.
Di awal tahun 2020, terlihat tren pencarian “rumah dijual” mengalami kenaikan yang cukup baik.
Hingga akhirnya, sekitar bulan Januari akhir atau tepat dengan pengumuman kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia, tren ini terus mengalami penurunan.
Setelah sektor properti babak belur sekitar periode bulan Maret dan April, tak disangka sejak akhir April tren terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, berdasarkan perbandingan year-on-year, hasil pencarian di bulan Mei 2020, 48% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
