TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

‘Lampu Kuning’ Utang RI di Tengah Pandemi

Nurdian Akhmad
10 June 2020 | 10:27
rubrik: Ekonomi
Utang Indonesia, Untungkan Siapa?

Ilustrasi utang/istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Dunia mengingatkan risiko ketergantungan dana asing untuk memenuhi pembiayaan pada sejumlah negara, termasuk Indonesia di tengah pandemi virus corona. Apalagi, Indonesia dinilai belum mencapai puncak kasus Covid-19.

 “Wabah tampaknya telah mereda di Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam. Tetapi belum memuncak di beberapa ekonomi regional seperti Indonesia dan Filipina,” tulis Bank Dunia dalam Laporan Global Economic Prospects Juni 2020 seperti dikutip, Rabu (10/6/2020).

Bank Dunia memperkirakan Covid-19 dapat berlangsung lebih lama dan memberi efek yang lebih parah dari yang diperkirakan. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditaksir hanya akan mencapai level 0%  pada 2020 akibat virus mematikan ini.  

Ekonomi Indonesia pun dinilai rentan, lantaran ketergantungan terhadap dana asing.  Ancaman volatilitas aliran modal asing juga menjadi sorotan.  Padahal, menurut Bank Dunia, perekonomian negara Asia Timur dan Pasifik termasuk Indonesia seharusnya menjadi yang lebih siap menghadapi krisis pandemi. 

Negara Asia Timur dan Pasifik selama ini  memiliki rekam jejak pertumbuhan yang kuat, fleksibilitas nilai tukar yang lebih besar, kerangka kerja fiskal dan moneter yang lebih kuat dan hati-hati.

“Kerentanan di antara beberapa negara Asia Timur dan Pasifik bisa memperbesar dampak pengulangan aliran modal asing yang berhenti tiba-tiba atau kenaikan biaya pinjaman asing,” tulis Bank Dunia.

Sebelumnya, Ekonom Senior Bidang Makroekonomi, Perdagangan, dan Investasi Bank Dunia Ralph van Doorn mengatakan peningkatan terjadi akibat pelebaran defisit anggaran fiskal pemerintah. Hal ini terjadi lantaran besarnya kebutuhan dana untuk penanganan dampak pandemi virus corona atau covid-19 di Tanah Air.

“Didorong oleh defisit (anggaran) yang lebih tinggi, pertumbuhan yang lebih lambat,” ucap Ralph saat diskusi virtual di BNPB, Selasa (2/6/2020).

BACA JUGA:   Berikut, Posisi Terbaru Utang Luar Negeri RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah memberi restu pelebaran defisit APBN dari kisaran 3 persen menjadi 5,07 persen pada tahun ini.

Hal ini karena Indonesia butuh dana mencapai Rp 405,1 triliun untuk penanganan dampak pandemi corona dan anggaran tambahan untuk pemulihan ekonomi nasional setelah krisis ekonomi akibat corona.

Selain karena defisit anggaran fiskal, Bank Dunia melihat tingkat utang Indonesia juga akan naik akibat lemahnya pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi corona.

Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri  Indonesia hingga kuartal I 2020 mencapai US$ 389,3 miliar atau sekitar Rp 6.371 triliun (asumsi kurs Rp 16.367 per dolar AS). ULN periode ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 183,8 miliar dolar AS. Kemudian, utang sektor swasta, termasuk di dalamnya BUMN sebesar US$ 205,5 miliar. Utang luar negeri Indonesia terus meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu, terlihat dalam databoks di bawah ini.

Sementara itu, BI mencatat aliran modal asing yang keluar dari Indonesia sepanjang kuartal I 2020 akibat pandemi mencapai Rp 145 triliun. Namun, dana asing sudah mulai kembali masuk sejak April, terutama portofolio surat berharga negara. Adapun pada pekan pertama Juni, aliran modal asing yang masuk ke SBN mencapai Rp 7 triliun.

Tags: pandemi Covid-19utang luar negeri
Previous Post

157 Pasar Dibantu Alat Kesehatan dari Kemendag

Next Post

GRC Percepat Keputusan di Indonesia Power

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR