Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada perdagangan sepanjang hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) diestimasikan akan bergerak melemah. Pelemahan indeks komposit Jakarta tersebut akibat sentimen negatif dari pengurangan poin sejumlah bursa utama Asia.
Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, melalui riset harian memperlihatkan bahwa bursa Amerika terkunci menguat pada Jumat lalu setelah turun tajam sehari sebelumnya, walaupun tetap mencatatkan penurunan secara mingguan tertinggi sejak 20 Maret.
Dow menguat 1,9%, diikuti S&P 500 1,3%, dan nasdaq 1%. Pada hari Kamis sebelumnya, ketiga indeks mengalami penurunan harian paling tajam sejak 16 Maret. Secara mingguan, Dow melemah 5,55%, kemudian S&P 500 4,8%, dan nasdaq 2,33%. Pasar masih khawatir dengan kenaikan kembali kasus Covid-19 dan outlook ekonomi yang kurang baik menurut the Fed. Begitu pula pandangan serupa dari Chief Economist IMF yang melihat pemulihan ekonomi global lebih lambat dari perkiraan dan kemungkinan di 24 Juni akan menyampaikan proyeksi kontraksi global yang akan lebih dalam dari proyeksi April sebesar 3%.
Sekedar mengingatkan bahwa IHSG ditutup naik 0,53% ke level 4.880,4 pada Jumat minggu lalu, sedangkan Indeks Sharia turut ditutup melemah 0,40% ke level 145,5. Kenaikan IHSG tersebut terutama didukung kenaikan sektor finansial, namun uniknya terjadi di saat investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1,2 triliun. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 458,8 miliar), BBRI (Rp 190,9 miliar), dan BBCA (Rp 166,5 miliar).
“Pasar juga menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 17-18 Juni ini dimana kami memperkirakan BI berpeluang kembali memotong suku bunga,” demikian tersebut.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,38% dan Kospi 0,63%. Sedangkan Dow Future melemah 1,2%. “Kami perkirakan IHSG berpeluang melemah hari ini.”
Foto: Rendy MR
