TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SiKasep, Punya Rumah Modal Jempol

Nurdian Akhmad
13 June 2020 | 22:30
rubrik: Business Info
SiKasep, Punya Rumah Modal Jempol

Juni ini merupakan bulan kedua Agum Wiratama,20, mencicil rumahnya di Hukoci Green Residence, Cianjur, Jawa Barat, sejak ia melakukan akad KPR pada 15 April 2020. Tak berselang lama, ia kemudian menghuni rumah seluas 30m2 di atas lahan 60m2 yang terdiri atas dua kamar itu.

Setiap pagi Agum melaju dengan sepeda motornya menuju rumah orangtuanya yang juga jadi lokasi bengkel di kawasan Kelurahan Muka. “Saya di sana jualan spare part, itu usaha saya sendiri, kalau bengkel sepeda motor memang milik orangtua. Saya langsung menempati rumah ini karena niatnya memang ingin mandiri, ambil rumah juga kan supaya bisa investasi dari usaha sendiri. Karena masih muda, saya bisa cicil selama 20 tahun,” ujar Agum yang masih melajang dan kini masih tetap optimistis bisa menunaikan cicilan KPR-nya Rp837 ribu setiap bulannya di masa Cianjur bersiap memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial.

“Karena kan usaha masih tetap jalan, ” ujar Agum kepada TopBusiness.id, Sabtu (13/6/2020).

Serupa dengan Agum, Royani , pekerja di sebuah lembaga pendidikan tata  rias pun melakukan akad kredit pada masa pandemi Covid-19. Aroy, nama panggilannya, harus melewati pemeriksaan suhu tubuh dan mengenakan masker, begitu pula petugas Hukoci Green Residence, notaris serta pihak Bank BRI Agro yang menghadiri akad gelombang dua yang menandai penjualan 100 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu.

“Prosesnya saya cari rumah itu sekitar Januari, namun memutuskan memilih Hukoci itu pada akhir Februari, dilanjutkan pengajuan KPR hingga akhirnya akad. Cepat, mudah juga karena semua dilakukan dengan aplikasi SiKasep, semuanya pakai ponsel, walaupun kadang ada yang harus ditanyakan dan dibantu pihak Hukoci tapi nggak harus bolak-balik ke kantor pemasaran, karena kan sedang PSBB juga,” ujar Agum.

BACA JUGA:   Nasabah Kaya di Bank Mandiri Tembus Rp 208 T

Sementara Royani yang kini masih bekerja di kawasan Pasirkaliki, Bandung mengaku sangat dimudahkan SiKasep karena cukup dari ponselnya ia bisa terus memantau tahapan proses pengajuan KPR-nya, termasuk jika ada persyaratan yang kurang dan harus segera ia penuhi. “Orangtua saya tinggal di Cianjur dan Hukoci ini di kota banget wilayahnya, jadi mudah dijangkau tapi sekaligus juga nyaman karena dikelilingi pemandangan yang tenang dan sejuk. Walaupun saya masih harus kerja di luar kota, tapi karena prosesnya nggak ribet karena pakai aplikasi, jadi rasanya mudah dan cepat,” ujar Aroy.

Sepenuhnya aplikasikan SiKasep

Kepada TopBusiness, Irwan S Hassan, Manager Marketing dan Perizinan PT Graha Gemilang Properti, pengembang Hukoci Green Residence, memaparkan sejak awal penjualan perumahan yang didedikasikan sepenuhnya untuk MBR dengan fasilitas FLPP itu, telah sepenuhnya menggunakan SiKasep.

SiKasep, kependekan dari Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, diluncurkan pada 19 Desember 2019 dan dapat diunduh gratis melalui Playstore. SiKasep yang berlaku wajib untuk seluruh proses pengajuan FLPP itu salah satu tujuan utamanya adalah memastikan ketepatan penyaluran dana bergulir agar program terus berkelanjutan.

Jadi nilai tambah
Menurut Irwan, 100 unit rumah yang dijual hingga saat ini sepenuhnya menggunakan SiKasep karena kebetulan waktu peluncuran produk berbarengan dengan pemberlakukan sistem online ini. “Kami melihat ini adalah tools marketing dan nilai tambah yang sangat efektif, bahkan Hukoci memasang tagar #sikasep dan #sikasepppdpp di Instagram @hukocigreenresidence. Dengan SiKasep, selain semua persyaratan cukup dilakukan dengan aplikasi, konsumen juga jadi bisa mengetahui kami bukan pengembang abal-abal, karena terdaftar di aplikasi resmi dari pemerintah apalagi semua proses terpantau tahap demi tahap,” ujar Irwan yang mengaku SiKasep juga menjadi salah satu pemacu optimistismenya memenuhi target menjual total 382 unit rumah di atas lahan 5 hektare akan tercapai di tengah situasi new normal atau kenormalan baru ketika ekonomi diharapkan bergeliat dan kontak fisik dimiminalisir.

BACA JUGA:   BPS: Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit US$ 1,82 Miliar

“Rumah kan salah satu kebutuhan utama, sehingga kami tetap optimistis, sembari terus melaksanakan protokol sesuai ketentuan pemerintah dan berdoa agar situasi ini cepat pulih. Saat ini proyek pembangunan juga terus berjalan. Kami juga optimis karena lokasi masuk ke Kecamatan Cianjur, bahkan cuma beberapa menit dari Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur, sehingga Hukoci ini merupakan singkatan Hunian Kota Cianjur. Walaupun begitu, kami tetap berpegang pada ketentuan harga rumah MBR FLPP untuk 2020 wilayah Jawa Barat yaitu Rp150.500.000 untuk tipe 30/60. Dengan dukungan dari pemerintah, kami tetap optimistis target akan bisa tercapai,” ujar Irwan yang mengaku timnya mengikuti beberapa kali kegiatan sosialisasi SiKasep sejak Januari 2020, termasuk dengan dukungan dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Koordinator Wilayah Sukabumi- Cianjur.

Optimistis pada masa kenormalan baru
Ketika terjadi kendala, lanjut Irwan, tim SiKasep tanggap membantu. “Termasuk ketika SiKasep sempat ada upgrade terkait edit data, pada Februari lalu, kami juga dibantu, karena data bank pemberi KPR dan teknis lainnya tidak boleh salah. Sebenarnya secara sistem sudah sangat mudah, namun kendala dengan konsumen kami umumnya justru soal persyaratan terkait sistem di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur. “Misalnya terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau status pernikahan sebagian ada yang yang belum ter-update, sehingga dari kami sebagai pengembang ikut membantu. Nanti ada tanda merah untuk proses yang masih tertahan dan hijau untuk persyaratan yang telah diterima.”

Tim penjualan di kantor pemasaran, pun di dunia maya, kata Irwan, kini terus menggencarkan penjualan dengan menyertakan SiKasep dalam paparannya untuk menyakinkan konsumen. “Karena pada proses ini kami juga telah memenuhi syarat untuk masuk dalam SiKumbang atau Sistem Informasi Kumpulan Pengembang, sehingga semua jelas semua legalitas siteplan sampai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kami. Pengembang yang bisa masuk ke aplikasi itu telah terseleksi, jadi aman buat masyarakat,”  

BACA JUGA:   Bikin Mengelus Dada, Produsen Canai Lantai Tiongkok Diselidiki Komite Anti Dumping

Agum dan Aroy, telah menjadi bagian dari 66.633 penerima FLPP melaui SiKasep.yang tercatat dalam dashboard PPDPP hingga 12 Juni 2020. Selain itu, sebanyak 63.414 pengguna aplikasi telah lolos pemeriksaan subsidi, sedangkan user calon debitur pada SiKasep sendiri mencapai 167.835 orang.

Kasep, dalam Bahasa Sunda berarti lelaki tampan nan rupawan, namun dalam aplikasi serba biru ini bermakna jalan merintis masa depan nan mapan!

https://www.instagram.com/p/B78NGFFhG7V/?utm_source=ig_web_copy_link
Tags: flppHukoci Green ResidenceKementerian PUPRSikasep
Previous Post

Ini Puluhan Insentif Pajak untuk Pengusaha Terdampak Covid-19

Next Post

FOTO – Live Seminar Strategi Pemanfaatan Kebijakan Pajak dan Akuntansi dalam Ketidakpastian Bisnis di Era New Normal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR