Juni ini merupakan bulan kedua Agum Wiratama,20, mencicil rumahnya di Hukoci Green Residence, Cianjur, Jawa Barat, sejak ia melakukan akad KPR pada 15 April 2020. Tak berselang lama, ia kemudian menghuni rumah seluas 30m2 di atas lahan 60m2 yang terdiri atas dua kamar itu.
Setiap pagi Agum melaju dengan sepeda motornya menuju rumah orangtuanya yang juga jadi lokasi bengkel di kawasan Kelurahan Muka. “Saya di sana jualan spare part, itu usaha saya sendiri, kalau bengkel sepeda motor memang milik orangtua. Saya langsung menempati rumah ini karena niatnya memang ingin mandiri, ambil rumah juga kan supaya bisa investasi dari usaha sendiri. Karena masih muda, saya bisa cicil selama 20 tahun,” ujar Agum yang masih melajang dan kini masih tetap optimistis bisa menunaikan cicilan KPR-nya Rp837 ribu setiap bulannya di masa Cianjur bersiap memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial.
“Karena kan usaha masih tetap jalan, ” ujar Agum kepada TopBusiness.id, Sabtu (13/6/2020).
Serupa dengan Agum, Royani , pekerja di sebuah lembaga pendidikan tata rias pun melakukan akad kredit pada masa pandemi Covid-19. Aroy, nama panggilannya, harus melewati pemeriksaan suhu tubuh dan mengenakan masker, begitu pula petugas Hukoci Green Residence, notaris serta pihak Bank BRI Agro yang menghadiri akad gelombang dua yang menandai penjualan 100 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu.
“Prosesnya saya cari rumah itu sekitar Januari, namun memutuskan memilih Hukoci itu pada akhir Februari, dilanjutkan pengajuan KPR hingga akhirnya akad. Cepat, mudah juga karena semua dilakukan dengan aplikasi SiKasep, semuanya pakai ponsel, walaupun kadang ada yang harus ditanyakan dan dibantu pihak Hukoci tapi nggak harus bolak-balik ke kantor pemasaran, karena kan sedang PSBB juga,” ujar Agum.
Sementara Royani yang kini masih bekerja di kawasan Pasirkaliki, Bandung mengaku sangat dimudahkan SiKasep karena cukup dari ponselnya ia bisa terus memantau tahapan proses pengajuan KPR-nya, termasuk jika ada persyaratan yang kurang dan harus segera ia penuhi. “Orangtua saya tinggal di Cianjur dan Hukoci ini di kota banget wilayahnya, jadi mudah dijangkau tapi sekaligus juga nyaman karena dikelilingi pemandangan yang tenang dan sejuk. Walaupun saya masih harus kerja di luar kota, tapi karena prosesnya nggak ribet karena pakai aplikasi, jadi rasanya mudah dan cepat,” ujar Aroy.

Sepenuhnya aplikasikan SiKasep
Kepada TopBusiness, Irwan S Hassan, Manager Marketing dan Perizinan PT Graha Gemilang Properti, pengembang Hukoci Green Residence, memaparkan sejak awal penjualan perumahan yang didedikasikan sepenuhnya untuk MBR dengan fasilitas FLPP itu, telah sepenuhnya menggunakan SiKasep.
SiKasep, kependekan dari Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, diluncurkan pada 19 Desember 2019 dan dapat diunduh gratis melalui Playstore. SiKasep yang berlaku wajib untuk seluruh proses pengajuan FLPP itu salah satu tujuan utamanya adalah memastikan ketepatan penyaluran dana bergulir agar program terus berkelanjutan.
Jadi nilai tambah
Menurut Irwan, 100 unit rumah yang dijual hingga saat ini sepenuhnya menggunakan SiKasep karena kebetulan waktu peluncuran produk berbarengan dengan pemberlakukan sistem online ini. “Kami melihat ini adalah tools marketing dan nilai tambah yang sangat efektif, bahkan Hukoci memasang tagar #sikasep dan #sikasepppdpp di Instagram @hukocigreenresidence. Dengan SiKasep, selain semua persyaratan cukup dilakukan dengan aplikasi, konsumen juga jadi bisa mengetahui kami bukan pengembang abal-abal, karena terdaftar di aplikasi resmi dari pemerintah apalagi semua proses terpantau tahap demi tahap,” ujar Irwan yang mengaku SiKasep juga menjadi salah satu pemacu optimistismenya memenuhi target menjual total 382 unit rumah di atas lahan 5 hektare akan tercapai di tengah situasi new normal atau kenormalan baru ketika ekonomi diharapkan bergeliat dan kontak fisik dimiminalisir.
“Rumah kan salah satu kebutuhan utama, sehingga kami tetap optimistis, sembari terus melaksanakan protokol sesuai ketentuan pemerintah dan berdoa agar situasi ini cepat pulih. Saat ini proyek pembangunan juga terus berjalan. Kami juga optimis karena lokasi masuk ke Kecamatan Cianjur, bahkan cuma beberapa menit dari Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur, sehingga Hukoci ini merupakan singkatan Hunian Kota Cianjur. Walaupun begitu, kami tetap berpegang pada ketentuan harga rumah MBR FLPP untuk 2020 wilayah Jawa Barat yaitu Rp150.500.000 untuk tipe 30/60. Dengan dukungan dari pemerintah, kami tetap optimistis target akan bisa tercapai,” ujar Irwan yang mengaku timnya mengikuti beberapa kali kegiatan sosialisasi SiKasep sejak Januari 2020, termasuk dengan dukungan dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Koordinator Wilayah Sukabumi- Cianjur.

Optimistis
pada masa kenormalan baru
Ketika
terjadi kendala, lanjut Irwan, tim SiKasep tanggap membantu. “Termasuk
ketika SiKasep sempat ada upgrade terkait
edit data, pada Februari lalu, kami juga dibantu, karena data bank pemberi KPR
dan teknis lainnya tidak boleh salah. Sebenarnya secara sistem sudah sangat
mudah, namun kendala dengan konsumen kami umumnya justru soal persyaratan
terkait sistem di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten
Cianjur. “Misalnya terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau status
pernikahan sebagian ada yang yang belum ter-update,
sehingga dari kami sebagai pengembang ikut membantu. Nanti ada tanda merah untuk proses yang masih tertahan dan hijau
untuk persyaratan yang telah diterima.”
Tim penjualan di kantor pemasaran, pun di dunia maya, kata Irwan, kini terus
menggencarkan penjualan dengan menyertakan SiKasep dalam paparannya untuk
menyakinkan konsumen. “Karena pada proses ini kami juga telah memenuhi
syarat untuk masuk dalam SiKumbang atau Sistem
Informasi Kumpulan Pengembang, sehingga semua jelas semua legalitas siteplan sampai Izin Mendirikan Bangunan
(IMB) kami. Pengembang yang bisa masuk ke aplikasi itu telah terseleksi, jadi aman
buat masyarakat,”
Agum dan Aroy, telah menjadi bagian dari 66.633 penerima FLPP melaui SiKasep.yang tercatat dalam dashboard PPDPP hingga 12 Juni 2020. Selain itu, sebanyak 63.414 pengguna aplikasi telah lolos pemeriksaan subsidi, sedangkan user calon debitur pada SiKasep sendiri mencapai 167.835 orang.
Kasep, dalam Bahasa Sunda berarti lelaki tampan nan rupawan, namun dalam aplikasi serba biru ini bermakna jalan merintis masa depan nan mapan!
