Jakarta,TopBusiness—Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan, Kementerian Perdagangan terus berupaya mendobrak pasar ekspor produk pangan olahan untuk meningkatkan neraca perdagangan Indonesia di kuartal II tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Mendag saat memberikan sambutan pada kegiatan webinar dengan tema “Terobosan Meningkatkan Ekspor Pangan Olahan Indonesia”, di Jakarta (15/6/2020).
“Pandemi Covid-19 memengaruhi kinerja perdagangan di hampir seluruh negara di dunia. Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk mendorong kinerja perdagangan Indonesia di kuartal II 2020, khususnya ekspor pangan olahan,” kata Menteri Agus Suparmanto.
Untuk itu, diharapkan peran serta berbagai pihak untuk menghasilkan terobosan dalam peningkatan ekspor produk pangan olahan Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
Kementerian Perdagangan melakukan berbagai kebijakan strategis dalam mendorong kinerja perdagangan Indonesia di era normal baru. Kebijakan tersebut antara lain dengan meningkatkan kemudahan dan kecepatan pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature and stamp; menerapkan autentikasi otomatis dalam proses perizinan ekspor dan impor bagi pedagang yang memuiliki reputasi; meningkatkan dan percepatan layanan ekspor impor dan pengawasan melalui Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).
Ada pun kebijakan strategis lainnya, kata Menteri Agus Suparmanto, adalah dengan meningkatkan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor serta penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan; melanjutkan pelatihan bagi calon eksportir baru secara virtual, baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan, maupun yang bekerja sama dengan beberapa lembaga dan mitra dagang, agar saat situasi kembali normal pelaku usaha sudah siap memanfaatkan peluang ekspor yang ada.
“Serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor atau pembiayaan lainnya dari perbankan bagi eksportir terdampak Covid-19,” kata dia.
Keterangan Foto: Produk Makanan Olahan di Sebuah Swalayan.
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness.
