Jakarta,, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan hari ini diestimasikan bergerak turun.
Dalam riset harian dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, analis memperkirakan akan terjadi penurunan poin pada indeks komposit Jakarta. “Kami menilai, saat ini sentimen di pasar mayoritas seputar kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi akibat masih tingginya kenaikan data kasus harian. Sementara dari pasar domestik, hari ini akan ada rilis data Penjualan Motor Indonesia per May-20 (Apr-20 -79,3% yoy) yang diperkirakan masih akan melanjutkan penurunan dalam dari sisi penjualan,” katanya, di Jakarta.
Pasar saham Amerika tertekan, seiring laporan pasien positif covid-19 meningkat di beberapa kota besar. Florida dan California melaporkan kenaikan harian tertinggi sementara kapasitas bed rumah sakit Houston hampir penuh. Optimisme pasar selama beberapa minggu terhadap pelonggaran aktivitas ekonomi menjadi terkendala akibat data yang terus meningkat. DJIA turun 2,72% ke level 25,455, diikuti S&P500 2,59% dan nasdaq 2,19%.
Bursa Eropa juga turut menguat merespon kenaikan pasien positif yang signifikan di berbagai negara. DAX Frankfurt -3,43%, FTSE London 3,11%, dan CAC Paris 2,92%. Harga minyak WTI pagi ini berada pada level USD 38,2 dengan Brent USD 40,5 dan emas USD 1.771. Hari ini akan ada rilis data Initial Jobless Claims AS per Jun-20 (May-20 1.5 juta; cons 1.3 juta).
Indeks EIDO plus 0,22% dan IHSG Rabu ditutup 1,8% menjadi 4.964 dengan penopang saham BMRI, BBRI dan BBCA. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 11,7 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 288,7 miliar), TKLM (Rp 124,7 miliar), dan UNVR (Rp 40,8 miliar) sementara net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan SMMA (Rp 302,2 miliar), ASII (Rp 109,4 miliar), dan BBCA (Rp 50,3 miliar).
Foto: Rendy
