TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Energi Pelabuhan Indonesia, Menjadi Perusahaan ‘Bersih’ Berkat GRC

Nurdian Akhmad
24 June 2020 | 20:05
rubrik: Event, GCG
PT Energi Pelabuhan Indonesia, Menjadi Perusahaan ‘Bersih’ Berkat GRC

Jakarta, TopBusiness – Memiliki misi untuk menjadi perusahaan terintegrasi yang terkemuka di kawasan pelabuhan nasional, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) berupaya mewujudkan misi tersebut lewat digitalisasi layanan dan implementasi governance, risk management, & compliance (GRC) di perusahaan.  Tak hanya itu, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) ini sudah mengembangkan GRC sebagai budaya perusahaan.

Demikian mengemuka dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang dihelat secara online oleh Majalah TopBusiness, Rabu (24/6/2020).  Dalam penjurian ini, dari pihak PT EPI diwakili oleh Sekretaris Perusahaan Mustika Rita dan Manager Niaga dan Manajer Risiko & Mutu PT EPI Mulyono.

Mulyono menjelaskan, pengembangan GRC sebagai budaya perusahaan antara lain dilakukan melalui sosialisasi gratifikasi, sosialisasi mengenai good corporate governance (GCG), sosialisasi manajemen risiko, serta pengenalan lingkungan kerja kepada direksi dan komisaris baru.

Untuk mewujudkan tempat kerja yang bersih dari korupsi dan tindak pemerasan, perusahaan sudah mengimplementasikan whistle blowing system (WBS) dan membentuk Komite EPI Bersih di lingkungan PT Energi Pelabuhan Indonesia. Langkah ini dilakukan sejak tahun 2017 setelah manajemen mengeluarkan surat keputusan direksi.

“Untuk upaya antikorupsi, Komite EPI Bersih ini setiap tahun melakukan penandatanganan pakta integritas untuk seluruh pegawai. Setiap tahun kami perbarui komponen yang ada di pakta integritas tersebut,” ujar Mulyono kepada dewan juri.

Mulyono menjelaskan, Komite EPI Bersih ini tidak terdapat dalam struktur organisasi perusahaan karena hanya tim adhock yang membantu kerja manajemen dalam pencegahan serta pengawasan terhadap kasus-kasus korupsi dan tindakan curang lain yang melibatkan pihak internal perusahaan. Anggota komite ini adalah gabungan dari beberapa manager dan supervisor di PT EPI.

Tidak hanya untuk karyawan, vendor atau mitra perusahaan juga diminta menandatangani pakta integritas dalam proses pengadaan barang. “Selain kita sosialisasikan soal larangan gratifikasi, kami minta vendor tanda tangan pakta integritas setiap proses pengadaan barang,” ujar Mulyono.

BACA JUGA:   IHSG Berkurang sebab The Fed

Dia mencontohkan salah satu tindakan tegas yang dilakukan Komite EPI Bersih adalah mengembalikan parsel-parsel hari raya yan dikirim mitra perusahaan. “Walaupun sudah kami sudah buat surat edaran ke mitra-mitra kami, tetap saja ada yang kirim parsel.  Akhirnya kami kirim balik pasel tersebut, ini sebagai contoh bagi seluruh komponen yang ada di perusahaan,” tuturnya.

Mulyono juga menjelaskan soal alur penerapan WBS di PT EPI yang dimulai dari pelaporan melalui website perusahaan, telepon, faksimil maupun email perusahaan. Setelah itu, laporan dikaji oleh Komite EPI Bersih untuk kemudian dilakukan investigasi. Setelah ditemukan ada bukti kuat dikeluarkan keputusan dan terakhir adalah penerapan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat.

Sebagai anak usaha BUMN, PT EPI dalam pelaksanaan GRC mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomer PER 09/MBU/2012 tanggal 06 Juli 2012 tentang Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) pada BUMN. Selain itu juga ketentuan-ketentuan lain yang ada seperti GCG Code, Code of Conduct, Pedoman Induk Perusahaan, dan Surat Keputusan Direksi.

Menurut Mulyono, implementasi GRC di PT EPI juga dipermudah dengan dukungan aplikasi teknologi informasi (TI). Saat ini, ada dua aplikasi yang dikembangkan PT EPI  yakni A-GCG  untuk survei pelaksanaan GCG dan aplikasi  AmanRisiko untuk manajemen risiko.

“Aplikasi A-GCG ini memudahkan kami dalam survei terkait GCG. Sedangkan untuk aplikasi AmanRisiko merupakan aplikasi untuk menilai risiko dari mula pemetaan, kontrol, rencana penanganannya sampai diturunkan jadi rencana kerja manajemen yang dipantau setiap triwulan. Ini yang kami kembangkan sampai dengan RKAP,” kata dia.

Menurut Mulyono, implementasi GCG dengan sistem digital dan implementasi manajemen risiko terintegrasi dengan RKM di PT EPI layak menjadi benchmark bagi perusahaan lain di Indonesia.

BACA JUGA:   CIMB NIAGA Bangun Risk Management Mendarah Daging

Mengenai implementasi manajemen risiko, menurut dia, dilakukan mulai dari menetapkan konteks risiko di masing-masing divisi. Selanjutnya melakukan pengukuran atau analisa risiko yang telah diidentifikasi di masing-masing divisi, kemudian melakukan pemetaan risiko di masing-masing divisi. Melakukan kontrol dan membuat rencana penanganan risiko di masing-masing divisi dan pemantauan Risiko di aplikasi AmanRisiko.  Berdasarkan penilaian dari PWC pada 2019, PT EPI mendapat skor risk maturity level 2,31.

Penerapan GRC di Tengah Pandemi

Mulyono menambahkan, GRC juga dilaksanakan manajemen dalam pandemi Covid-19; mulai dari pemetaan risiko terkait Covid-19, absensi online untuk mendukung work from home (WFH) dan aplikasi manajemen surat (AMS).

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT EPI Mustika Rita menjelaskan, perseroan selama ini memliki aktivitas usaha penyediaan tenaga listrik, jasa konstruksi tenaga listrik, jasa konsultan ketenagaan listrik, dan renewable energy ( Solar Panel). “Tahun 2021 kami akan memperluas usaha pada renewable water serta usaha terkait penyediaan BBM dan pengolahan limbah,” kata Mustika.

Secara bisnis, kinerja EPI pada 2019 cukup baik dengan meraih kenaikan pendapatan dari Rp 159,25 miliar jadi Rp 176,61 miliar. PT EPI tahun lalu juga mendapat penghargaan Top Digital Implementation 2019 on  Energy Sector dalam hal sistem jaringan listrik pintar (Smart Grid).

Tags: PT Energi Pelabuhan IndonesiaTOP GRC Awards 2020
Previous Post

IHSG Terangkat 85,6 Poin

Next Post

IHSG Diestimasikan Turun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR