TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pfizer dan BioNTech Sukses Uji Coba Vaksin Covid

Nurdian Akhmad
2 July 2020 | 10:14
rubrik: Business Info
Pfizer dan BioNTech Ujicoba Vaksin Covid-19

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan farmasi global, Pfizer dan BioNTech mengumumkan bahwa pengembangan vaksin Covid-19 menunjukkan bukti ada potensi dan toleransi yang baik saat diujicoba untuk pertama kali kepada manusia. Demikian pernyataan dari perusahaan tersebut yang disampaikan ke media, seperti dikutip Kamis (2/7/2020)

Vaksin besutan BioNTech dan Pfizer tersebut adalah satu dari 17 vaksin  corona yang diujicoba kepada manusia. Saat ini, corona sudah menginfeksi hingga 10,5 juta orang di dunia dan menewaskan setengah juta orang. Dari total vaksin tersebut, ada empat vaksin corona yang menunjukkan adanya harapan untuk diujicoba ke manusia. Selain vaksin besutan BioNTech dan Pfizer juga ada vaksin dari Moderna, CanSino Biologics dan Inovio Pharmaceuticals.

Hasil positif ini membuat BioNTech menerima banyak pemesanan resep obat dan mencapai level tertinggi sejak 19 Maret. Sementara saham BioNTech  yang dipedagangkan di Nasdag terpaksa dihentikan setelah terjadi lonjakan 8%. Tak mau ketinggalan saham Pfizer juga naik 6% di hari yang sama.

BioNTech bilang pengujian dua dosis obat BNT162b1 pada 24 sukarelawan yang sehat menunjukkan bahwa setelah 28 hari, antibodi mereka menjadi lebih tinggi dari orang yang terinfeksi corona. Hasil tersebut terjadi setelah para sukarelawan diberi dua dosis suntikan dalam jangka waktu tiga minggu. 

Memang saat pemberian dosis kedua, ada tiga dari empat peserta mengalami demam pendek. Adapun pada dosis ketiga yang kadarnya lebih tinggi, yang diujicoba pada kelompok yang terpisah tidak dilanjutkan karena setelah suntikan pertama ada rasa nyeri.

“Hasil uji coba pertama ini menunjukkan bahwa vaksin menghasilkan aktivitas kekebalan dan menyebabkan respons kekebalan yang kuat,” kata salah satu pendiri dan Kepala Eksekutif BioNTech, Ugur Sahin.

BACA JUGA:   Buavita Sunshine Carrot, Inspirasi Baru Setiap Hari

Dia mengatakan uji coba vaksin corona yang lebih besar sedang dipersiapkan untuk melihat lebih jauh apakah  vaksin ini bisa sebagai pelindung terhadap infeksi corona yang nyataa.

Saat mendapatkan lampu hijau, BioNTech dan Pfizer bakal melanjutkan ujicoba kepada lebih banyak sukarelawan yakni sebanyak 30.000 orang  yang tersebar di Eropa dan Amerika Serikat. Jika tidak ada halangan, ujicoba bakal dilakukan akhir Juli ini.

Adapun jika hasilnya kembali positif dan kemudian dua perusahaan ini mendapat izin pemasaran, maka dua perusahaan ini langsung memproduksi vaksin corona besutannya sebanyak 100 juta dosis sepanjang tahun ini. Dan tahun depan, langsung menggenjot produksi hingga 1,2 miliar dosis vaksin corona di dua pabrik perusahaan farmasi tersebut.

Saham Pfizer Naik

Saham Pfizer Inc naik lebih dari 3 persen setelah produsen obat itu mengatakan vaksin Virus Covid -19 tengah dikembangkan bersama dengan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech. Perseroan mengklaim vaksin tersebut tampak menjanjikan dan terbukti dapat ditoleransi dengan baik dalam uji coba pada manusia di tahap awal.

Penguatan tersebut menempatkan Pfizer sebagai faktor pendorong utama kenaikan indeks S&P 500 dan Dow Industrials serta membantu meningkatkan pergerakan Wall Street.

Kabar tersebut juga menjadi angin segar ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat melaporkan adanya peningkatan 43.644 kasus baru.

Sedangkan saham BioNTech yang juga terdaftar di pasar bursa AS, sempat naik 18,9 persen sebelum akhirnya melemah dan justru berakhir turun 3,9 persen.

“Berita Pfizer tentu saja merupakan dorongan bagi pasar untuk bergerak lebih tinggi. Secara umum ini adalah momentum yang sangat positif, melihat penyebaran virus ini kembali meningkat, vaksin akhirnya (ditemukan), dan akhirnya ekonomi aman,” ungkap Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

Tags: pandemi Covid-19Pfizervaksin Covid-19
Previous Post

Peringkat Adira Finance dan Obligasi idAAA

Next Post

Menteri Perdagangan: Pasar Diharap Ikuti Protokol Kesehatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR