Jakarta, TopBusiness–-Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto, mengatakan bahwa tujuan utama tetap dibukanya pasar rakyat saat masa Covid-19, adalah untuk memenuhi ketersediaan bahan pokok dan barang penting bagi masyarakat. Untuk itu, pedagang dan konsumen di pasar diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dengan ketat guna memutus penyebaran Covid-19.
Menteri Agus Suparmanto, dalam keterangan tertulis hari ini, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penerapan protokol kesehatan di era new normal, khususnya di sektor perdagangan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta pembukaan aktivitas ekonomi dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan.
Meninjau penerapan protokol kesehatan di dua pasar di Boyolali (Jawa tengah), menteri tersebut juga memantau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di pasar rakyat tersebut.
Menteri Agus Suparmanto mengungkapkan, secara umum harga bahan pokok relatif stabil dan pasokannya cukup. Khusus gula pasir, harga di tingkat pedagang eceran saat ini sudah sesuai dengan ketentuan HET yaitu antara Rp12.000-12.500/kg. Selain itu, pasokan di pasar juga relatif lancar dengan harga tebus pedagang sebesar Rp11.300/kg.
Berdasarkan hasil pantauan, harga beras medium berkisar Rp10.000-11.000/kg, gula pasir Rp12.000-12.500/kg, daging ayam Rp37.000/kg, telur Rp24.000/kg, cabai merah keriting Rp10.000-15.000/kg, cabai merah besar Rp20.000/kg, cabai rawit merah Rp17.000-20.000/kg, bawang merah Rp30.000-40.000/kg, bawang putih hainan Rp12.000-16.000/kg, dan bawang bombai Rp12.000-20.000/kg.
“Harga bahan pokok di pasar Boyolali relatif stabil dan pasokannya lancar. Untuk itu, Kementerian Perdagangan mengapresiasi pemerintah Kabupaten Boyolali yang telah menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan di pasar rakyat,” tutup Menteri Agus Suparmanto.
Sumber Foto: Biro Humas Kemendag
