Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) saat pandemic Covid-19 ini disebut mulai merasakan dampaknya. Hal ini terutama untuk periode Maret hingga April 2020 lalu. Sehingga untuk pos pendapatan dan laba bersih perseroan bisa tergerus. Begitu pun dengan rasio kredit macet (NPL) bisa terkerek dan rasio kecukupan modal (CAR) turun sedikit.
Hal ini seperti disampaikan oleh manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Selasa (26/5/2020).
Menurutnya, kondisi dengan adanya pandemic Covid-19 ini berdampak terhadap pembatasan operasional saja. Sehingga terjadi penghentian atau pembatasan operasional perseroan selama tiga bulan. “Pembatasan operasional itu berupa jumlah karyawan yang masuk kantor sebanyak 50% dari jumlah total karyawan sebanyak 838 orang,” katanya.
Dengan begitu, kondisi tersebut diyakini bisa berkontribusi ke pendapatan sekitar 25% dengan patokan pendapatan di tahun 2019. Namun untuk dampak ke penurunan laba (rugi) bersih (konsolidasi) untuk periode yang berakhir 31 Maret-30 April 2020, sekitar 51% hingga 75%.
“Namun untngnya, dampak pandemi ini tak berpengaurh terhadap pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek perseroan yang terkini dalam hal utang usaha, utang bank atau lembaga keuangan, kupon dan/atau pokok obligasi, MTN, dan lain sebagainya,” terang dia.
Sementara itu, lanjut dia, untuk dampak ke sektor perbankan sendiri, untuk periode 31 Maret-30 April 2020, NPL perseroan berada di angka lebih dari 5%. Sehingga jika dibandingkan sebelum pandemi ini, NPL perseroan naik.
“Namun untuk rasio CAR masih terbilang positif. Untuk posisi akhir Maret-April 2020, CAR maih berada lebih dari 20%. Meski begitu rasio CAR berpotensi turun nantinya,” terang dia.
Foto: Istimewa
