TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CCB Indonesia Miliki Peringkat idAAA

Agus Haryanto
9 July 2020 | 10:09
rubrik: Finance
219 Petambak Udang Bratasena Ikut Sertifikasi

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo, memberikan idAAA untuk PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia). Prospek untuk peringkat adalah stabil.

Analis, Putri Amanda dan Kreshna Armand, di Jakarta, mengatakan bahwa idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior.

Peringkat tersebut mencerminkan kemungkinan dukungan yang sangat kuat dari China Construction Bank Corp (CCB Corp, peringkat “A/Stabil” dari Standard & Poor’s) dan profil permodalan yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh profil kualitas aset yang moderat dan indikator profitabilitas yang lemah.

Peringkat dapat diturunkan jika Pefindo melihat tingkat kepentingan dan dukungan atas Bank dari CCB Corp menurun secara signifikan, yang dapat diindikasikan dengan penurunan kepemilikan atas CCB Indonesia yang material oleh CCB Corp.

“Kami menilai penyebaran COVID-19 dapat meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan kegiatan usaha yang signifikan di semua sektor industri yang berujung kepada penurunan permintaan atas kredit dan jasa perbankan lainnya. Penurunan kegiatan usaha juga dapat memperlemah kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban, dan pemburukan kualitas aset bank – meskipun akan dapat dikelola karena perbankan dapat memberikan restrukturisasi kredit kepada debiturnya – yang selanjutnya akan memberikan tekanan terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas bank,” ungkapnya.

Menurut mereka, kmi memiliki pandangan bahwa dampak COVID-19 terhadap industri perbankan lebih dapat terkelola dibandingkan dengan industri lain, didukung keaktifan dalam mengelola manajemen aset liabilitas, cadangan likuiditas yang memadai termasuk tambahan likuiditas yang berasal dari penurunan tarif giro wajib minimum, dan hanya sedikit tekanan terhadap risiko penarikan dana pihak ketiga. Kami menilai dampak dari COVID-19 terhadap profil kredit CCB Indonesia secara keseluruhan masih dapat dikelola, didukung oleh kemungkinan dukungan yang sangat kuat dari CCB Corp, serta profil permodalan dan likuiditas yang kuat.

BACA JUGA:   BNI Syariah Punya Hasanah Debit GPN

“Namun demikian, kami melihat Bank memiliki eksposur besar terhadap sektor-sektor terdampak oleh COVID-19 seperti industri manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, transportasi, dan konstruksi, yang mewakili 57,6% dari total portofolio kredit Bank per 31 Maret 2020. Tunggakan kredit dari sektor-sektor tersebut berpotensi menekan kualitas aset Bank yang moderat dan kinerja profitabilitas yang lemah. Pefindo akan memantau secara ketat dampak pandemi ini ini terhadap kinerja dan profil kredit CCB Indonesia secara menyeluruh.”

Foto: Istimewa

Previous Post

Jembatan Sei Alalak Wajib Gunakan Komponen Dalam Negeri

Next Post

Pasca-Covid, Pajak Jadi Andalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR