Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengambil langkah strategis di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya melalui akselerasi transformasi industri 4.0 yang sejalan dengan Making Indonesia 4.0, sebuah peta jalan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.
“Transformasi industri 4.0 ini memberikan keuntungan bagi perusahaan industri dengan menurunkan biaya dan down-time, meningkatkan kinerja mesin dan peralatan, meningkatkan kecepatan operasi produksi dan kualitas produk, serta compatible dengan protokol kesehatan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, Kamis (16/7).
Selama pandemi Covid-19, Kemenperin aktif melakukan sosialisasi awareness kepada para stakeholder industri agar tetap produktif dengan industri 4.0, di antaranya, melalui penyelenggaraan assesment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) secara online guna mengakselerasi pelaku industri untuk dapat bertransformasi menuju industri 4.0.
INDI 4.0 yang merupakan indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri untuk bertransformasi menuju industri 4.0, yang terdiri dari lima pilar (pilarmanajemen dan organisasi, pilar orang dan budaya, pilar produk dan layanan, pilar teknologi dan pilaroperasi pabrik). “Pada INDI 4.0 terdapat lima level, yaitu level nol hingga level empat yang menunjukkankesiapan industri dalam menerapkan industri 4.0,” tuturnya.
Pengisian assesment INDI 4.0 pada sistem informasi industri nasional (SIINas) dilakukan secara virtual mulai Rabu 15 Juli 2020, yang diikuti 150 perusahaan industri dari berbagai sektor, antara lain, makanan dan minuman, elektronik, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, alat kesehatan, logam dan aneka, serta dihadiri juga oleh tenaga ahli dan perusahaan industri yang telah melakukan transformasi industri 4.0 di tahun sebelumnya.
Foto: kemenperin.go.id
