Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menerima mandat emisi pemberian rating untuk penerbitan surat utang di semester II-2020 ini. Tercatat, hingga 30 juni 2020, ada mandat penerbitan surat utang mencapai Rp74,16 triliun yang belum listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Angka sebanyak itu berasal dari 59 perusahaan yang berasa dari beragam sektor. Dan ternyata, untuk nilai tertingginya berasal dari perusahaan BUMN dan anak usahanya yang membutuhkan banyak pendanaan di tengah pandemi covid-19 tersebut.
“Jika dilihat dari institusi perusahaannya, untuk BUMN dan anak perusahaan sebanyak 29 perusahaan dengan rencana emisi yang akan diterbitkan mencapai Rp43,06 triliun. Sementara sisanya adalah perusahaan non BUMN sejumlah 30 perusahaan dengan nilai emisi sebanyak Rp32,1 triliun,” tutur Senior vice President Corporate Rating Pefindo, Niken Indriarsih dala acara briefing dengan media secara virtual, di Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Angka Rp74,16 triliun tersebut, kata Niken, berasal dari berbagai macam surat utang dengan penerbitan yang tertinggi adalah Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) baru senilai Rp26,2 triliun. Kemudian berturut-turut disusual obligasi (Rp13,65 triliun), Medium Term Notes atau MTN (Rp11,75 triliun), Rencana PUB (Rp9,86 triliun), sukuk (Rp6,2 triliun), sekuritisasi (Rp5,5 triliun), dan surat berharga komersial (Rp1 triliun).
Sementara itu berdasar sektornya, ternyata berasal dari perusahaan multifinance yang paling banyak menerbitkan surat utang itu. Tercatat, ada tujuh perusahaan yang akan merilis surat utang senilai Rp8,8 triliun.
Namun begitu, kata Niken, kendati sektor multifinance yang terbanyak, jika ditilik dari jumlah emisinya sektor perbankan yang paling tinggi dengan nilai emisi mencapai Rp10 triliun dari hanya dua perusahaan saja. Kemudian disusul lima perusahaan jalan tol dengan nilai Rp7,85 triliun, dua perusahaan telekomunikasi dengan Rp5,15 triliun, empat perusahaan dari lembaga keuangan khusus dengan emisi Rp4,76 triliun, dan perusahaan lain dari berbagai sektor.
Sementara itu untuk penerbitan surat utang sepanjang enam bulan pertama tahun ini, dari data Pefindo itu, ternyata relative rendah hanya Rp30,03 triliun. Masih kalah jauh jika dibandingkan periode Juni 2019 lalu yang mencapai Rp59,22 triliun.
Foto: Istimewa
