Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo memberikan peringkat idA- untuk rencana Obligasi Berkelanjutan III/2020 PT Lautan Luas Tbk (LTLS) sebesar maksimum Rp 1 triliun yang akan diterbitkan bertahap selama dua tahun. Hasil dari perolehan dana di tahap pertama sejumlah maksimum Rp 300 miliar akan seluruhnya digunakan untuk membayar keperluan modal kerja.
Analis, Aryo Perbongso dan Aishantya, di Jakarta, dalam laman www.pefindo.com, mengatakan sisa tahapan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai obligasi yang akan jatuh tempo di tahun 2022 dan keperluan modal kerja. “Pefindo juga menetapkan kembali peringkat idA- untuk LTLS dan Obligasi Berkelanjutan II/2017. Prospek terhadap peringkat Perusahaan adalah Stabil,” kata mereka.
Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.
Peringkat mencerminkan produk, pelanggan/industri, supplier, dan segmen pasar Perusahaan yang terdiversifikasi dengan baik, operasi bisnis yang terintegrasi, dan manajemen operasi yang baik menghasilkan margin yang relatif stabil. Namun, peringkat dibatasi oleh tingkat leverage keuangan Perusahaan yang tinggi, proteksi arus kas yang lemah, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.
Peringkat akan dinaikkan jika Perusahaan mampu meningkatkan Ebitda secara berkelanjugan, juga memperbaiki tingkat leverage keuangan ke level yang konservatif. Peringkat dapat diturunkan jika arus kas Perusahaan melemah sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari ekspektasi dan/atau terjadi kenaikan utang yang lebih tinggi dari proyeksi, tanpa diimbangi dengan peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.
“Kami melihat efek dari coronavirus disease (COVID-19) ke Perusahaan adalah moderat. Pandemi dapat menghambat rantai pasokan perusahaan mengingat sebagian besar negara membatasi aktivitas sosial selama wabah ini. Kami akan terus memantau efek wabah COVID-19 terhadap operasi bisnis dan/atau profil keuangan Perusahaan dalam jangka waktu dekat hingga menengah, seperti gangguan signifikan terhadap arus kas, yang mana dapat menurunkan peringkat,” katanya.
Foto: Istimewa
