TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Tradisional: Tetap Prioritas Saat Covid

Achmad Adhito
23 July 2020 | 10:26
rubrik: Business Info
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Aktivitas pedagang bahan pangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Walaupun banyak pasar tradisional yang ditutup karena menjadi pusat penyebaran virus Covid-19 dan ada penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh pemerintah, ternyata mayoritas konsumen tetap memilih belanja kebutuhan segar (sayur mayur, ikan, daging) sehari-hari melalui tukang sayur. Warung. Dan pasar tradisional.

”Sementara, kunjungan ke gerai ritel modern dilakukan oleh mayoritas konsumen sebulan sekali, untuk membeli produk-produk fast moving consumer goods yang tahan lama seperti makanan kering, bumbu masak, produk perawatan pribadi, dan sebagainya,” kata Cerli Wirsal, Director Product Specialist, Nielsen Media Indonesia, di Jakarta kemarin sore.

Dalam penjelasan hasil riset terbaru ke media massa via konferensi video, Cerli menjelaskan bahwa dalam hal sistem pembayaran, hasil studi Nielsen New Normal Survey memerlihatkan: sebagian besar konsumen Indonesia masih memilih untuk melakukan pembayaran secara tunai (98%).

Namun cara pembayaran menggunakan e-wallet (17%) dan bank transfer (16%) mengalami peningkatan khususnya pada konsumen SES upper class.

“Secara umum, dari studi ini terlihat bahwa konsumen akan tetap melakukan rutinitas normal nantinya, tetapi beberapa kebiasaan baru terkait konsumsi media dan aktivitas berbelanja akan tetap dilanjutkan di situasi new normal,” kata dia.

Sehingga penting bagi pemilik merek memanfaatkan peluang ini dengan cara tetap berkomunikasi dengan para konsumen melalui berbagai platform. “Di sisi lain juga ada peluang bagi industri toko atau ritel mengembangkan pembayaran ataupun pengiriman barang berbasis teknologi,” papar dia.

Foto: Rendy MR/TopBusiness

BACA JUGA:   Bantuan Layanan Air Minum dan Sanitasi Kementerian PUPR Capai 14.798 Desa
Tags: dampak covid-19new normalpasar tradisionalsurvei nielsen
Previous Post

BUMN Dukung Disabilitas Pewirausaha

Next Post

Pefindo Berikan Peringkat Obligasi LTLS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR