Jakarta, TopBusiness—Merujuk data BPS (Badan Pusat Statistik), pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59%.
Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap devisa.
“Itu melalui capaian nilai ekspornya yang menembus USD317 juta pada semester satu 2020 atau naik 15,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian RI, Doddy Rahadi, dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan pagi ini.
“Indikator tersebut menunjukkan bahwa industri farmasi Indonesia tumbuh dengan pesat dan mampu menyediakan sekitar 70% dari kebutuhan obat dalam negeri,” kata Doddy.
Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (2015-2035) menyebutkan bahwa industri farmasi, bahan farmasi, dan kosmetik, merupakan salah satu sektor andalan yang mendapat prioritas pengembangan. Dan berperan besar sebagai penggerak utama perekonomian di masa yang akan datang.
“Untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas industri kosmetik kita, salah satu strategi yang dilakukan adalah pengoptimalan teknologi agar bisa menghasilkan inovasi. Hal ini sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai kesiapan kita memasuki era industri 4.0,” papar Doddy.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
